BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Batik karya anak anak difabel di anjungan Kabupaten Tulangbawang patut diapresiasi. Mereka diajarkan membatik,  sehingga ditengah keterbatasannya, tetap menghasilkan karya kreatif. 

"Pemda Tulangbawang memberikan perhatian tinggi kepada para anak difabel untuk terus menghasilkan karya yang membanggakan," kata  Kamsudin, sebagai pendamping para anak difabel kepada Lampost.co,  Kamis (25/4/2019). 
Batik sudah mendunia, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri. Sementara Tulangbawang memiliki motif unggulan yaitu Pelepah Nipah. 



Arif (20) anak difabel warga Kampung Sidoarjo,  Kecamatan Penawartama, Tulangbawang ini sudah tiga tahun menggeluti dunia batik, tepatnya setelah lulus SMK tahun 2016 akhir. Sudah puluhan karya yang dihasilkan oleh tangan dingin Arif. "Saya penasaran pingin nambah ilmu," kata dia. 
Awal belajar, ia mengalami kesulitan seperti saat melakukan canting. Tapi sebulan kemudian ia sudah bisa menghasilkan produk yang bagus dan dijual dengan banderol mulai dari Rp200 ribu hingga jutaan tergantung motif dan tingkat kesulitan. 
"Ada banyak model kain, kalau sutra agak susah membuat polanya sehingga harganya tinggi," paparnya.

Salah satu rekan Arif bernama Atik yang mengalami tuna wicara dan tuna rungu sempat membatik distand UMKM pada hari pertama event Pekan Raya Lampung Fair 2019. Dalam sebulan ia bisa mendapatkan 100 pesanan dari berbagai daerah bahkan negara Filipina. 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR