KOTABUMI (Lampost.co) -- Keterbatasan informasi dari masyarakat menjadi kendala penggalian kebudayaan serta peninggalan marga masyarakat adat untuk inventaris cagar budaya di Kabupaten Lampung Utara.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Nani Rahayu, di ruang kerjanya, Rabu (29/8/2018) mengatakan keterbatasan informasi menjadi kendala inventaris data kebudayaan serta peninggalan yang menjadi bagian dari cagar budaya daerah yang sedang di gali dari marga masyarakat adat, baik itu Marga Sungkai maupun Marga Abung yang ada di wilayah Lampura.



Seperti informasi mengenai seni tradisi yang menjadi adat istiadat, tradisi tutur maupun tradisi dalam bentuk gerak, yakni tari serta situs peninggalan bersejarah masyarakat berupa benda dalam hal ini menhir, dolmen yang menjadi warisan marga adat setempat.

"Kami masih berupaya melakukan inventaris dengan mendokumentasi kebudayaan dan peninggalan masyarakat adat dari komunitas-komunitas tradisional yang tersisa. Walaupun keterbatasan informasi narasumber baik berbentuk tulisan yang diwariskan maupun bahasa lisan dari orang yang dituakan, sebab banyak dari mereka (orang yang dituakan) telah beralih generasi dan itu menjadi masalah klasik pendataan cagar budaya yang dilakukan pihaknya," ujarnya pada Lampost.co.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR