BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Warga Bandar Lampung mengeluhkan kesulitan mendapat gas elpiji ukuran 3 kilo gram (kg). Kondisi tersebut menyebabkan kelangkaan gas melon kian meluas dari sebelumnya terjadi di beberapa kabupaten Provinsi Lampung yang diduga akibat banyak digunakan petani untuk mengairi sawah.

Rahman warga Antasari, Bandar Lampung menjelaskan dalam sepekan terakhir dirinya kesulitan mendapatkan gas berwarna hijau itu. Kondisi itu membuat dirinya harus berkeliling mencari bahan bakar guna mengoperasikan usaha kuliner yang dibukanya di wilayah stadion Pahoman.



"Biasanya saya beli gas elpiji 3 kg di Antasari ini saja, tetapi sekarang sulit dan saya baru dapat di pangkalan gas melon di daerah Korpri, Sukarame. Kelangkaan ini jelas membuat usaha makanan saya sedikit terbengkalai," kata Rahman kepada lampost.co, Minggu (2/9/2018).

Sementara itu, pemilik pangkalan Gas Elpiji 3 kg, Joko Sutiarjo mengatakan tokonya mendapatkan jatah pengiriman gas dari agen sebanyak 110 tabung tiap pekannya. Hingga kini jumlah tersebut tidak ada pengurangan dan justru dipekan ini tokonya mendapatkan tambahan jatah tabung.

Namun, dia mengaku jika dalam beberapa pekan terakhir persediaan gasnya cepat habis dibeli warga. Dari 110 tabung itu hanya tersedia dalam 2-3 hari. Bahkan gas melon itu dalam sehari bisa langsung ludes diincar masyarakat. Sehingga hari selanjutnya hingga pengirimam gas kembali dari agen, tokonya sudah tidak melayani pembelian gas dari masyarakat lagi.

"Saya utamakan warga sekitar, karena kan ada yang beli gas banyak dan ternyata untuk dijual lagi, jadi saya bilang habis kalau mau dijual lagi. Tapi kalau untuk rumah tangga saya beri, karena jika terjadi kesulitan gas, yang diutamakan lingkungan sekitar," ujar pemilik pangkalan di Jalan Cut Nyak Dien, Tanjungkarang Pusat itu.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR