KRISIS infertilitas pada pria ternyata terkait gen. Para ilmuwan telah menemukan kesalahan DNA yang menghambat sperma pada tikus dan itu bisa juga jadi jawaban bagi manusia. Para ilmuwan telah menemukan tikus jantan infertil kekurangan “gen perbaikan” yang penting.  

Mereka berharap gen itu bisa memberikan jawaban atas penurunan jumlah sperma dan kualitas sperma manusia di seluruh dunia. Gen XRCC1, sangat penting untuk perkembangan sperma, untuk memastikan jumlah sperma yang tinggi, motilitas cepat, bentuk normal, dan konsentrasi kekentalan.



Sebelumnya, tidak jelas seberapa penting XRCC1 bagi kesuburan pria. Tetapi sebuah penelitian baru oleh para peneliti Tiongkok menemukan bahwa itu adalah satu-satunya hal yang menentukan kualitas sperma pada sekelompok tikus jantan. Para ahli mengatakan temuan itu menjamin penelitian pada manusia karena data menunjukkan peningkatan infertilitas pria.

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR