BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Kesemutan tidak bisa dianggap remeh karena menjadi sinyal sesuatu yang lebih berat terkait dengan gangguan saraf. Kesemutan diyakini berhubungan dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, salah satu gangguan sistem saraf adalah  neuropati perifer.

Dokter spesialis saraf di RS Advent Bandar Lampung Zam Zanariah menuturkan, bahwa neuropati perifer merupakan gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf perifer atau sistem saraf tepi.Kerusakan saraf tepi (poli neuropati kronis), 



Gejala awal  penyakit ini diantaranya adalah  kesemutan pada kedua kaki dan tangan, panas, bertambah lama panas seperti kena cabe, keram ,baaldan gejala terus bertambah dan semakin banyak di kedua tangan dan kaki.

Selain itu neuropati perifer bisa disebabkan oleh berbagai hal,  diantaranya kencing manis, kurang vitamin B12, gagal ginjal, kolestrol, hipertensi, konsumtif obat jangka panjang, penyakit liver dan  alkohol.

" Saraf tepi adalah saraf yang keluar dari sumsum belakang untuk menuju ke seluruh tubuh. Sebenarnya semua orang memiliki risiko yang sama terkena neuropati karena penyebabnya banyak sekali." kata Zam yang juga doen di Fakultas Kedokteran Unila. 

Selain itu juga,  neuropati ada beberapa jenis. Diantaranya adalah neuropati akut, seperti Guillain-Barré syndrome, gejala muncul tiba-tiba, kemajuan pesat, dan menyelesaikan perlahan-lahan seperti rusak saraf menyembuhkan. Dalam bentuk yang kronis, gejala mulai halus dan berlangsung perlahan-lahan. 

Beberapa orang mungkin memiliki periode lega diikuti oleh kambuh. Orang lain dapat mencapai dataran tinggi tahap di mana gejala tetap sama untuk banyak bulan atau tahun. 

Beberapa kronis neuropati memburuk dari waktu ke waktu, tapi sangat sedikit bentuk berakibat fatal kecuali rumit oleh penyakit lainnya.
Neuropati dapat dicegah karena kondisi itu lebih diakibatkan oleh gaya hidup. 

"Pencegahannya adalah dengan kebiasaan berolahraga, beristirahat yang cukup, asupan gizi yang seimbang serta mengonsumsi vitamin neurotropik. " tutupnya

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR