BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Seksi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Asih Hendrastuti mengatakan jemaah haji yang telah tiba di Lampung akan dipantau kesehatannya selama 21 hari oleh pihak kesehatan.

Pentingnya dilakukan pemantauan kesehatan kepada jemaah haji menurut dia yaitu untuk mengantisipasi terjadinya penularan penyakit yang dibawa dari Arab Saudi seperti Meningitis, MersCov, dan Ebola.



“Seperti penyakit Meningitis dan MersCov, itu tidak ada di Indonesia dan adanya di Arab Saudi. Hal itulah pentingnya dilakukan pemantauan terhadap jemaah yang telah kembali ke Indonesia, agar tidak menularkan ke masyarakat,” ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (31/8/2018).

Ia mengatakan, bila kurang dari 21 hari jemaah haji tiba di Lampung dan merasa sakit, diminta untuk segera memeriksakan kesehatan di puskesmas di tempat awal melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan haji.

“Kalau ada jemaah merasa sakit setelah pulang dari berhaji segera ke puskesmas dengan membawa kartu kesehatan jemaah haji. Setelah diperiksa ternyata diduga mengidap penyakit yang membahakan akan segera diobservasi, bila hanya batuk atau pilek biasa maka akan diobati,” ujarnya.

Ia berharap kepada jemaah haji Lampung yang telah kembali dari tanah suci, kartu kewaspadaan kesehatan jemaah haji yang diperoleh jangan sampai hilang karena kartu tersebut sangan berguna untuk memantau kesehatan jemaah haji.

“Kami meminta kepada jemaah haji yang telah pulang ke Lampung, agar menyimpan baik-baik kartu kesehatan haji. Bila hingga 21 hari tidak ada masalah kesehatan, kartu tersebut wajib dikembalikan ke puskesmas terdekat,” kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR