KESAL itu boleh saja saat orang lain mengkritik kebijakan karena dinilai tidak baik, padahal itu sudah jalan terbaik. Tapi memang itu juga menjadi momentum untuk evaluasi diri. Sebab, kesal itu merugikan, bahkan mengenai diri sendiri.
Nay ya... dang aga buyun tenggalan, liak sai bakheh. (Iyalah jangan jadi bagus sendiri, liat yang lain).
Seperti kebijakan pemerintahan zionis yang melarang warga negara Indonesia masuk wilayah yang dikuasainya akhirnya ditunda hingga 26 Juni. Asosiasi pariwisata zionis Israel menyambut baik keputusan untuk mengizinkan wisatawan dari mayoritas muslim terbesar di dunia.
Pemerintah pendudukan Israel telah membatalkan larangan perjalanan bagi warga negara Indonesia yang dimaksudkan untuk berlaku pada 9 Juni. Keputusan itu akhirnya ditunda hingga 26 Juni. Dengan demikian, sekitar 2.200 warga yang dijadwalkan masuk pada masa mendatang tidak akan dibatalkan.
Na kheno do, kuk tanoh lain ni kuti, bang ngehalang. Aga layau de, wat-wat gawoh. (Ya begitu dong, tanah saja bukan punya kalian, kok melarang. Kacau itu, ada-ada saja).

Seperti diberitakan media Israel, Times of Israel, kepala asosiasi pariwisata, Israel Incoming Tour Operator Association, Yossi Fatal menyambut baik keputusan tersebut.
Dia sebelumnya telah mengirim surat kepada Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Yuval Rotem dan Menteri Pariwisata Yariv Levin untuk mengadakan pertemuan penting untuk mempertimbangkan kembali larangan tersebut.
Dalam suratnya, Fatal memperingatkan keputusan untuk menolak warga negara Indonesia ke Israel akan menyebabkan kerusakan parah bagi industri pariwisata Israel.
Ini karena pembatalan penerbangan, hotel, tur, dan layanan lain yang telah dipesan dan dibayar. "Kami menyerukan kepada Kementerian Luar Negeri untuk mempertimbangkan kembali pendiriannya yang dianggap oleh rekan-rekan kami di seluruh dunia sebagai tidak proporsional, berlebihan dan berbahaya bagi institusi Kristen secara keseluruhan-dan bukan hanya turis dari Indonesia," tulis Fatal dalam suratnya.
Fatal meminta Kementerian Luar Negeri Israel untuk mengadakan pertemuan darurat dengan Kementerian Pariwisata untuk mencari solusi dan segera mengizinkan masuknya semua wisatawan Indonesia yang telah memperoleh visa sebelum larangan ini diberlakukan.
Fatal mengatakan antara 80 dan 100 kelompok wisatawan Indonesia, dijadwalkan tiba di Israel dalam tiga minggu ke depan. Sebelumnya, pihak berwenang Israel telah dilaporkan melarang orang Indonesia memasuki negara itu menyusul keputusan Jakarta untuk melarang masuk ke Israel dalam menanggapi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, Palestina.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan pembatalan larangan itu hanya sementara untuk kepentingan Ramadan dan Idulfitri. "Jika Indonesia juga membatalkan larangan kunjungan bagi warga Israel, larangan serupa tidak akan diterapkan lagi setelah 26 Juni," kata Nahshon kepada albalad.co, media independen Indonesia yang fokus pada isu Timur Tengah.



 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR