BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kesal dirong-rong istri, tukang rongsok bernama IS (20), warga Jalan  Zulkarnain Subing, Bakung, Telukbetung Timur, nekat menganiaya istirnya bernama PIT (16). Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian mulut, dan luka cakaran di pipi.

Peristiwa itu pun diadukan ke polisi. Menurut tersangka, ia kesal karena hampir setiap hari sang istri yang selalu mengeluh  pendapatannya sebagai pencari sampah rongsok.
"Dia ini enggak pernah bersyukur, saya hampir tiap hari dimarah, kalau pulang bawa duit di atas Rp100 ribu, dia seneng, kalau di bawa Rp50 ribu dia merengut terus ngoceh," ujar IS di Mapolsek Telukbetung Timur, Jumat (1/2/2019).



Ia mengaku baru kali ini nekat memukul sang istri, lantaran sudah di puncak emosi. Waktu kejadian, istri marah atas penghasilan dia yang sedikit. "Baru satu kali ini," katanya.
Namun, pelaku dan korban ternyata merupakan pasangan suami istri siri, dan sudah menikah selama 4 tahun serta memiliki anak dengan umur 2,5 tahun.
"Jadi waktu di KUA, harus umur 20 tahun baru bisa didaftarkan, jadi saya nikah di bawah tangan," katanya.

Sementara Kapolsek Telukbetung Timur Kompol Faisol S. Mengatakan, pelaku ditangkap di kediamannya pada Jumat (25/2/2019), empat hari setelah peristiwa tersebut yakni 21 Februari 2019.

Pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat (2), Undang-uNdang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

"Jadi kita kenakan undang-undang itu, karena masih di bawah umur dan belum tercatat resmi sebagai pasangan suami istri, dari hasil visum, memang korban mengalami luka penganiayaan," katanya. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR