SUKADANA (Lampost.co) -- Kerugian tanaman padi puso yang dialami oleh ribuan petani di Lampung Timur (Lamtim) akibat banjir ternyata cukup besar. Dari luas total lahan yang mengalami puso 3.538 ha, diperkirakan kerugian mencapai hingga Rp95,526 miliar.

Kasi Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Lamtim, Hadi Makrum, Senin (26/3/2018) kepada Lampost.co menjelaskan, luas lahan tanaman padi yang puso akibat terendam banjir selama beberapa pekan di Lamtim terus bertambah.



Berdasarkan data atau laporan terakhir yang masuk ke Dinas PTPH Lamtim luas lahan tanaman padi yang puso terendam banjir akibat tingginya intensitas curah hujan tercatat sudah mencapai 3.538 ha.

"Ke 3.538 hektare tanaman padi puso ini artinya sudah benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi atau sudah tidak bisa di panen lagi. Karena sudah tak dapat dselamatkan atau dipanen lagi, maka ribuan petani di Lamtim akhirnya mengalami kerugian yang sangat besar," kata dia.

Adapun estimasi perhitungan kerugian tersebut lanjut Hadi, yaitu dihitung berdasarkan rata-rata panen padi/ha. Jika tidak mengalami puso patani dapat memanen 5,4 ton gabah per ha, dikalikan dengan harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar Rp4-5 ribu per kilo. "Kalikan saja berapa jumlahnya, cukup besar kerugian petani," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR