KRUI (Lampost.co)--Kerugian akibat banjir dan gelombang pasang yang terjadi di beberapa titik lokasi di sepanjang pesisir wilayah kabupaten Pesisir Barat, mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, banjir tak hanya merendam rumah, tapi juga menghanyutkan perabot rumah tangga, hewan ternak seperti sapi, hingga korban jiwa. Berbagai infrastruktur publik juga rusak, seperti jembatan dan jalan di Jalinpanbar Pekon Mandirisejati, talud penahan banjir juga ambrol.



Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Syaifullah,  kepada Lampost.co, Kamis (8/11/2018), mengatakan meskipun belum dihitung secara detail untuk dikonversikan dalam nilai rupiah, namun berbagai kerugian yang terjadi akibat bencana alam banjir dan gelombang pasang yang terjadi di wilayah kabupaten itu dalam beberapa waktu lalu,  ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 

"Kan sudah tiga kali terjadi banjir melanda beberapa lokasi pemukiman warga di kabupaten ini,  rumah terendam, kerugian material,  kerugian waktu yang hilang tidak bisa bekerja karena bencana. Belum kami hitung secara detail tetapi perkiraannya lebih dari Rp450 juta," kata Syaifullah.  

Diantaranya wilayah pemukiman warga yang terkena banjir, kata dia,  Pekon Bumiwaras, Pekon Gunungkemala Timur,  Pekon Gunungkemala Induk,  Pekon Ulukrui, Pekon Banjaragung, Pekon Penggawalima Ilir di kecamatan Way Krui. Pekon Sukanegara dan Pekon Pahmungan di kecamatan Pesisir tengah. Pekon Mandirisejati kecamatan Krui Selatan.  Pemangku banjarnegeri di pekon Negeriratu Ngambur dan wilayah sekitarnya.

Meski saat ini relatif banjir telah mereda,  namun pihaknya tetap mengimbau warga untuk waspada dan siaga menghadapi bencana alam pasalnya cuaca ekstrim kerap terjadi,  intensitas curah hujan juga tinggi,  hampir tiap hari hujan mengguyur kabupaten itu . 

Sementara pemantauan Lampost.co, Kamis (8/11) sekitar pukul 17.00 wib,  di Jalinpanbar Pekon Mandirisejati,  Krui Selatan, pasca jalan darurat ambruk akibat gelombang pasang, lalu lintas kendaraan berjalan lancar, meski harus berhati hati memperlambat kecepatan kendaraan dan antre. Sementara sejumlah warga juga menjemur perabot yang selamat dari banjir. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR