PANARAGAN (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) belum memberikan kepastian penyerahan kerohiman atau ganti rugi kepada para pedagang korban kebakaran pasar Pulungkencana yang mengharapkan bantuan.

Perhatian Pemkab Tubaba untuk saat ini di wujudkan dalam bentuk pembangunan kembali penampungan sementara dengan alokasi dana cadangan APBD senilai Rp1 miliar rupiah, serta memfasilitasi para pedagang untuk mendapatkan kemudahan pinjaman modal dari perbankan.



Hal ini disampaikan Bupati Tubaba, Umar Ahmad, saat meninjau pembongkaran puing-puing sisa kebakaran yang terjadi pada Senin (7/5/2018) malam pekan lalu.

"Kami sudah menghubungi beberapa bank, dan mereka menyatakan siap untuk memfasilitasi para pedagang yang membutuhkan pinjaman modal. Salah satunya adalah Bank Lampung dan BPRS Tani. Kami juga sedang mencari solusi terbaik yang benar-benar dapat meringankan beban para pedagang," kata Umar usai berdialog dengan para pedagang, Senin (14/5/2018).

Terkait komitmen pemberian pinjaman tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Tani Tulangbawang Barat, Syarifuddin Taib, usai melakukan dialog dengan bupati di lokasi rehabilitasi Pasar Pulungkencana.

"Bersama bank lainnya kami akan memberikan kemudahan bagi para pedagang yang besarannya akan di lihat dari kelayakannya," kata Syarifuddin.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan, belum merilis penyebab kebakaran yang mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah tersebut.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR