YOGYAKARTA (Lampost.co) -- Capaian Indonesia dalam membangun kelestarian alam dan usaha dalam bidang kehutanan mendapat apresiasi dari banyak negara. Setelah negara Kongo akan belajar mengelola lahan gambut yang berkelanjutan, kali ini Fiji akan belajar dari Indonesia terkait pengelolaan hutan.

Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Fiji berlangsung di sela kegiatan Asia-Pacific Rainforest Summit (APRS) ke-3 di Yogyakarta, Selasa (24/4/2018). Pertemuan ini melanjutkan hubungan diplomatik sejak tahun 1974. Dalam pertemuan ini, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Perikanan dan Kehutanan Republik Fiji, H.E. Osea Naiqamu menandatangani Mutual of Understanding (MoU) kerjasama bidang kehutanan.



Inisiasi kerjasama ini telah dimulai sejak dua tahun yang lalu, dan secara resmi terwujud pada acara tersebut.

Menteri Siti Nurbaya mengatakan kerjasama bidang kehutanan ini akan membuat Indonesia lebih banyak membagi pengelolaan hutan lestari serta pemanfaatan hasil hutan termasuk pemanfaatan teknologi kayu dan non kayu, perdagangan kayu legal, pengembangan energi bio massa serta penelitian dan pengembangan bidang kehutanan.

Implementasi dari MoU tersebut antara lain adalah upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia seperti pengembangan ketrampilan mengukir dengan memanfaatkan limbah kayu. Pelatihan mengukir kayu tersebut rencananya akan mengundang ahli ukir yang berasal dari Desa Cekik, Bali.

Fiji tertarik untuk membudidayakan bambu di sana, namun mereka mengharapkan Indonesia dapat memberikan contoh bambu dengan genetik yang baik. "KLHK telah melakukan penelitian terhadap jenis bambu yang cocok ditanam di kepulauan Fiji, dan jenis tersebut terdapat di Yogyakarta," kata Siti.

Oleh karena itu, Menteri LHK mengundang delegasi Fiji ini untuk melihat secara langsung jenis bambu yang layak tersebut.

H.E. Osea Naiqamu menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Menteri LHK atas kerjasama ini. "Beliau juga menantikan Fiji dan Indonesia dapat mengimplementasikan kerjasama lainnya pada masa mendatang," kata Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono Hadi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR