SEBUAH penelitian yang dipresentasikan pada konferensi European Society of Cardiology mengklaim orang dengan kerutan dahi lebih banyak berisiko mengalami masalah kesehatan jantung. Studi itu mengungkap kerutan horizontal bisa menjadi peringatan adanya pengerasan arteri. Ini merupakan pemicu utama serangan jantung yang mematikan.

Peneliti utama mengatakan penelitian ini menjadi temuan pertama adanya hubungan antara risiko kardiovaskular dan kerutan di dahi. Dia menyebut kerutan pada dahi yang lebih dalam dapat menjadi pertanda adanya aterosklerosis atau pengerasan arteri karena penumpukan plak lemak. Menurut peneliti tersebut, pembuluh darah di dahi yang kecil cenderung lebih sensitif terhadap penumpukan plak.



Senada dengan Esquirol, profesor dari sekolah kesehatan di Toulouse Jean Ferrieres bahkan menyebut kerutan di dahi adalah prediktor yang lebih baik ketimbang kolesterol tinggi. Dia mengatakan kerutan di dahi cenderung lebih tepat ketimbang kadar kolesterol karena menandai adanya pembuluh darah yang rusak.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR