BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Aris menjepit empat buah keripik pisang memakai penjepit stainles. Keripik itu ia celupkan ke dalam vanila yang telah dilumerkan di mesin pemanas. Aris merupakan pegawai Zegen, produsen Keripik Punti, keripik pisang lapis lumer.   

Aris kemudian menempatkan keripik berlapis vanila itu ke mesin pendingin supaya vanila menyatu dengan keripik pisang. Selang beberapa menit, Aris membungkus keripik pisang ke dalam kemasan ecopack ukuran 200 gram. Ecopack dilapisi kertas bagian luar dan alumunium foil pada bagian dalamnya. Kemasan ini diklaim aman buat makanan. September 2018 lalu, Aris membereskan hasil pekerjaannya di sebuah rumah produksi di Bandar Lampung.



Dayin Fujiyanti (kanan) saat mendapat penghargaan Al-Ahmadi 2017 lalu.  Dokumentasi Pribadi

Pekerjaan Aris ini bagian terakhir dari proses pembuatan keripik. Sebelum dilapisi varian rasa yang terdiri dari strawbery, vanila, cokelat, greentea, dan keju, pisang digoreng dirumah produksi yang berada di rumah Dayin Fujiyanti, pemilik Zegen, Keripik Punti Bangik.

Menurut Dayin, ada 7 orang tenaga perempuan yang menggoreng pisang sementara yang melapisi keripik dengan rasa-rasa berjumlah 3 orang. Dayin mempekerjakan tetangga rumahnya yang putus sekolah atau ibu rumah tangga yang menganggur. "Supaya mereka ada pekerjaan, bisa menambah penghasilan keluarga," ujar Dayin, wanita berkerudung itu.
Dayin ingin tetangga sekitarnya sejahtera.

Dayin punya pengalaman menyetir mobil pikap dari Bandar Lampung menuju Pringsewu,  tempat penghasil pisang kepok Manado bahan baku utama keripik pisang buatannya.   
Tentang keripik pisang lapis lumer,  Dayin klaim bahwa ia yang pertama menbuat inovasi itu. Bahkan inovasinya itu telah mendapat hak kekayaan intelektual (Haki).

Zegen Lampung memang pemain baru dibidang keripik pisang. Tapi Dayin telah sukses mengenalkan keripik pisang unik itu ke berbagai negara. Negara itu meliputi Spanyol, Malaysia, Swiss, Thailand, Belanja, Prancis, Portugal, dan Brunei. Ia mendokumentasikan pelanggan Keripik Punti Bangik di akun instagram.  Kebanyakan warga asing mengetahui Zegen Lampung dari pameran UMKM.

Zegen dalam bahasa Belanda artinya berkah. Sementara Keripik Punti Bangik dalam bahasa Lampung artinya keripik pisang enak. Khusus taglinenya, Dayin memilih kalimat "piil ulun Lampung" atau artinya gengsinya orang Lampung.  

Dayin optimis keripik pisang buatannya akan semakin dikenal. Karena bahan baku pisang sangat melimpah di Lampung. Meski warga Lampung belum banyak yang mengenal Keripik Punti Bangik, tapi itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus mempromosikan  produk unggulan Lampung ke mancanegara. Buktinya, Dayin mendapat kesempatan berkeliling ke Singapura, Malaysia dan Thailand pada 2017 lalu sebagai hadiah pemenang penghargaan Al-Ahmadi se-Sumatera 2017 kategori Agri Inovatif. Sebelumnya Zegen Lampung pula mendapat penghargaan Wirausaha Inovatif Sumatera dari Intok pada 16-17 Agustus 2017.

Kini Zegen Lampung telah memiliki distributor, gen dan reseller di berbagai daerah di Indonesia. Zegen Lampung memiliki 3 distributor, 6 agen, dan 11 reseller. Khusus permintaan konsumen dari berbagai daerah ini,  ia memilih jasa kurir yang memiliki kecepatan dan kepercayaan terhadap barang kirimannya. Dayin mempercayai JNE sebagai jasa kurir untuk pengiriman keripik ke berbagai daerah di Indonesia.

Umumnya, Dayin mendapat agen atau reseller baru melalui bazar UMKM. Khusus distributor, Zegen Lampung terdapat di Jakarta,  Yogyakarta, dan Palembang.


Gratis Jemput

Ditengah banyaknya jasa pengiriman, JNE di jalan Samratulangi II Bandar Lampung memberikan promosi gratis jemput barang yang akan dikirim. Arif Triono pemilik agen JNE itu menuturkan bahwa gratis jemput ini berlaku untuk pedagang online yang berada di radius 10 KM dari lapak JNE miliknya. Ia pikir, dengan gratis jemput ini mampu meningkatkan pelanggannya dari belasan menjadi puluhan tiap bulannya. Arif menilai pedagang online di Lampung makin marak sehingga membutuhkan jasa layanan yang lebih lagi seperti gratis jemput barang. Dua karyawannya siap mengambil barang pedagang online dengan membawa timbangan dan nita sementara. 

"Proses pengiriman akan dibuatkan resi saat di kantor JNE, bukti resi akan kami kirimkan melalui pesan whatsapp," ujar Arif, Jumat (6/10/2018) lalu. 

Meski saat ini jasa pengiriman barang sudah ada lewat kendaraan online,  Arif menilai segmen pasar jasa pengiriman kendaraan online yang di dalam Kota sangat berbeda. Untuk itu ia optimistis jika jasa pengiriman yang sudah dilakoninya selama dua tahun ini akan prospektif.  

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR