BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polda Lampung masih fokus melakukan penjagaan dan pengamanan usai keributan yang menewaskan Alwi (35) warga Dusun I Kampung Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, dan dua orang lain yakni Kardi (50) dan Dion (25), warga Dusun Kebagusan, Wates, Lampung Tengah, pada Senin (3/9/2018).

Karoops Polda Lampung Yosi Hariyoso mengatakan belum ada tindakan pemeriksaan Kardi dan Dion, yang merupakan bapak dan anak yang diduga menganiaya Alwi hingga tewas, kendati keduanya membela diri ketika hendak dianiaya oleh Alwi.



"Belum ada tersangka, kita fokus kondusif dulu dan pemakamannya korban juga hari ini," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (4/9/2018).

Menurut Yosi, puluhan personel gabungan dari Satbrimobda Polda Lampung, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Ditintelkam, Aparat Polres Lampung Tengah, dan TNI Masih melakukan penjagaan, khawatir warga dari kedua kubu akan melakukan serangan susulan. Apalagi, rumah Kardi dan Dion juga dibakar oleh massa.

"Semua serse, intel, polres, brimob turun dari semalam, dipimpin langsung sama Wakapolda Brigjenpol Angesta Romano Yoyol," kata alumnus Akabri 1986 itu.

Pihaknya juga sudah melakukan mediasi dan pengumpulan para tokoh adat di sana, agar tidak ada saling serang atau upaya dari oknum tertentu yang bisa menimbulkan polemik.

"Alhamdulillah sudah kondusif dan masih terus berjaga," kata mantan Karoops Polda Sulawesi Tengah itu.

Disinggung soal kronologi keributan tersebut, diduga karena Alwi hendak mengganti oli, namun tidak memiliki uang dan menggadaikan STNK. Namun, ia marah dan terjadi percekcokan hingga hendak menebas Dion menggunakan senjata dan Kardi pun menolong, Yosi mengatakan hal tersebut masih informasi awal. Kardi dan Dion juga pun dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo Lampung tengah.

"Ya kronologinya seperti itu, tapi masih informasi awal, kita fokus ciptakan suasana kondusif terlebih dahulu," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR