BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kereta Babaranjang tanpa muatan sepanjang 60 gerbong dari Tarahan menuju Tanjung Enim, Sumatra Selatan anjlok di sekitar perlintasan Kereta Api jalan Kamboja, Kelurahan Enggal,  Kecamatan Enggal, pada Senin (4/12/2017) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Akibatnya anjeloknya kereta Api Babaranjang ini, dua jalur perlintasan KA, yang berada di Jalan Kamboja dan perlintasan KA di jalan Cokro Hos Aminoto,  Enggal,  harus ditutup sekitar 70 menit, sehingga kendaraan harus melalui jalur alternatif. 
Menurut Dandy Zavero (28), warga sekitar perlintasan KA jalan Kamboja mengatakan, sebelum kejadian sempat terdengar suara keras.
"Ya tadi sempat ada suara keras, braaakkk begitu, gak tahunya anjlok keretanya," katanya.
Pemantauan Lampost.co di sekitar Jalan Kamboja,  tampak para petugas PT KAI berusaha menangani anjloknya KA Babaranjang. Kemudian sekitar pukul 16.50 Wib,  KA mulai dapat melanjutkan perjalanan. 
Selama Evakuasi,  kendaraan yang hendak menuju dari Jalan Raden Intan ke Jalan Kamboja dialihkan melalui Jalan Rawa Subur dan kendaraan yang dari arah sebaliknya disuruh mutar balik untuk menghindari kemacetan. Usai jalur perlintasan sudah dapat dilalui sempat terjadi penumpukan kendaraan.
Sementara Humas PT KAI Divisi Regional IV Tanjung Karang, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya masih menyelidik penyebab anjloknya lokomotif Babaranjang 3022, pada pukul 15.40 di KM 11 +8/9 di petak jalan antara stasiun Sukamenanti-Tanjungkarang tepatnya di perlintasan Kamboja dengan nomor JPL 5.
"Penyebanya tersangkut rel, tapi kenapa bisa tersangkut masih kita selidiki," katanya saat dikonfirmasi Lampost.co.
Akibat kendala tersebut jadwal kereta penumpang memang tidak terganggu, tetapi tiga Kereta Api Babaranjang, sempat tertahan selama kurun waktu 70 menit.
"PT KAI Divre IV Tnk selanjutnya menurunkan personel prasarana dan sarana untuk menangani kejadian ini  dan selesai pukul 16.50. WIB alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kami memohon maaf sebesar-besarnya," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR