TULANGBAWANG (Lampost.co)--Kabupaten Tulangbawang sudah sejak lama terkenal dengan adanya Destinasi kerbau liar yang hidup bebas di rawa atau lebih populer dengan kerbau rawa yang sejak puluhan tahun berada di kawasan Rawa Bugis.

Menurut cerita dari kebanyakan masyarakat, dahulu pemilik kerbau saat musim penghujan tiba akan mengandangkan kerbau-kerbau di pinggir rawa dan saat musim kemarau dilepas liarkan.
Sebaran kerbau rawa terdapat dibeberapa kecamatan, populasi terbesar terbesar berada di Kecamatan Menggala dan Menggala Timur.



Meburut Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulangbawang menunjukan bahwa populasi kerbau di dua kecamatan ini mencapai 3.992 ekor (2018) Jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Populasi tersebut terus diupayakan untuk ditingkatkan dengan fasilitasi dari pemerintah daerah. Hal tersebut dilakukan karena kerbau rawa memiliki potensi yang menjanjikan menjadi salah satu unggulan bagi Kabupaten Tulang Bawang yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat peternak kerbau rawa.

Tokoh Adat Megowpak Tulangbawang Herman Tb bercerita tentang disaat berkumpul kerbau-kerbau yang ada di rawa tersebut terkadang menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi para pegendara yang melintasi jalur lintas timur dan pantai timur,  tak sedikit yang mengabadikan moment kerbau liar tersebut. 
Pada masyarakat Lampung kerbau merupakan binatang ternak yang termasuk sakral bukan saja menjadi swafoto namun juga kerbau menjadi berbagai objek kehifupan yang beragam khususnya adat istiadat Lampung. 

Kerbau selalu disebut sebut didalam penyelenggaraan begawi kepada dewan adat,  dimana Kepala Kerbau bagi masyarakat Lampung adalah simbol acara keadatan. 
Dikarenakan kerbau pesebarannya di wilayah Lampung, khususnya Menggala cukup siknifikan, pola peternakannya dilepaskan di hutan dan di rawa, dimana para pemilik memberikan kepada tanda pada masing-masing kerbau, untuk itu saat ini kerbau masih dibudidayakan seperti itu walaupun tidak sebanyak dulu.

Ini masih dapat dilihat di kawasan Tulangbawang, Menggala dan sekitarnya. Yang memelihara kerbau dengan cara melepaskannya di rawa-rawa di Way Tulangbawang. Jika berkumpul bukan hanya ratusan namun ribuan kerbau berada di rawa. 
Adanya peternakan kerbau liar tersebut sangat berpotensi sebagai kawasan wisata dan ini sangat menarik bagi masyarakat yang melintasi jalur lintas timur. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR