MENGGALA (Lampost.co)--Sejumlah petani cabai di Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjarmargo, Tulangbawang terancam gagal panen dan merugi ratusan juta rupiah akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut dalam sebulan terakhir.

Salah satu petani ditemui di lokasi, Sutrisno, mengatakan kepada Lampost.co, bahwa curah hujan tinggi dan disertai angin kencang yang terjadi dalam sebulan terakhir, mengakibatkan tanaman cabai miliknya yang berumur tiga bulan rusak.
"Akhir-akhir ini kan hujan terus. Ditambah angin juga kencang. Hasilnya buah cabai yang hampir panen busuk, terus daunnya juga jadi keriting," kata Sutrisno, Selasa (9/1/2018).
Ia mengeluhkan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sebulan terakhir, akibatnya ia bersama petani lainnya dihantui rasa gagal panen. Sutrisno menjelaskan untuk mengelola lahan seluas satu haktare dapat merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah.
Terlebih lagi ketika musim penghujan, karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk merawat tanaman cabainya.
"Haduh, kalau cuacanya gini terus bisa dipastikan merugi. Mana biaya perawatan juga lebih tinggi karena harus diberi obat antihama," ujar Sutrisno yang mengaku memiliki lahan seluas dua haktare.
Ia berharap pemerintah setempat dapat meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi tanaman cabai milik para petani dan memberikan penyuluhan serta memberikan solusi untuk meminimalisir kerugian.
"Semoga curah hujan enggak lagi tinggi, Mas. Selain itu kami berharap pemerintah dapat membantu dan harga cabai bisa di atas Rp20 ribu. Supaya kami yang menjadi petani tidak merugi," katanya. 



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR