GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menghentikan pasokan premium. Pasalnya kerap menimbulkan keributan antar pengecer dan dan juga kebakaran.

Salah satunya SPBU Kelurahan Adipuro, Trimurjo yang sudah dua pekan menyetop pasokan premiumnya. Sejumlah masyarakat mengeluh dengan kebijakan itu. Lurah Adipuro Ansyori mengatakan pihaknya menerima keluhan warga dan sudah menyampaikan kal tersebut ke pihak SPBU yang bersangkutan. "Mereka hanya berjanji nanti akan mempertemukan dengan pimpinan," jelas dia.



Menurut Ansyori akibat stok tak ada masyarakat yang terpaksa mencari premium ke SPBU Kota Metro atau Tegineneng. "Memang laporan pak bayan mengatakan sudah tiga kali terjadi kebakaran sepeda motor pengecer. Ini karena kepala busi tidak ada tutup dan tangki bocor," jelas dia menambahkan.

SPBU Kotagajah juga menerapkan hal yang sama, Jay (35) pengawas SPBU Kotagajah mengatakan pihaknya sudah dua bulan berhenti jualan premium karena sering menimbulkan masalah antar pengecer yang antre. "Bahkan sampai saling lapor ke Polsek," kata dia.

Menurut Jay bukan hanya SPBU Trimurjo dan Kotagajah saja yang menyetop penjualan premium. SPBU Seputih Banyak, Rumbia, dan Telukdalem, Way Seputih juga tak menjual lagi premium. "Semua sama, alasannya sering timbul masalah diantara antrean warga dan rawan kebakaran," jelas dia.

Pengamatan Lampost.co, SPBU yang masih menjual premium diantaranya SPBU Punggur, SPBU Yukumjaya dan Seputihjaya. Di SPBU Punggur pengelola menerapkan batas maksimal pengecer membeli premium sebanyak Rp300 ribu. Untuk kendaraan pribadi dibatasi maksimal pembelian Rp150 ribu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR