BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ada yang tak biasa didalam pagelaran semarak Lampung Fair 2019, tepatnya pada anjungan Kabupaten Pringsewu. Begitu banyak hasil kerajinan dari bambu menghiasi hampir seluruh sudut anjungan itu.

Dijumpai pada anjungan, Selasa (23/4/2019) malam, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menerangkan apa saja yang ditampilkan pada pameran pembangunan kali ini.  Diantaranya adalah hasil kreasi dari bambu, mulai dari meja, kursi, sampai dengan hiasan rumah dari bambu dapat dijumpai. “Nuansa penuh bambu menjadi nilai lebih dari anjungan Kabupaten Pringsewu ini, bambu kita angkat dalam artian agar para pengunjung Lampung Fair dapat melihat berbagai hasil olahan bambu dan itu hasil tangan kreatif warga Pringsewu,” ujar Fauzi.



Dirinya menjelaskan, untuk di Kabupaten Pringsewu sendiri berbagai jenis olahan dari bambu berikut dengan pengrajinnya lebih banyak dan lebih baik dari daerah lainnya.  Hal itu terbukti bahwa para pengrajin bambu dari Pringsewu kerap dipakai jasanya oleh daerah lain di luar Pringsewu. “Beberapa desa pengrajin bambu Pringsewu jasanya kerap dipakai oleh daerah lainnya.  Seperti untuk hiasan rumah atau sebuah acara,” kata dia.  

Selain bambu, pada anjungan Kabupaten Pringsewu juga memamerkan berbagai potensi lainnya. Seperti olahan dari bahan dasar kulit ikan patin yang kemudian dijadikan sebuah keripik. “Keripik kulit dari ikan patin menjadi produk unggulan dari Kabupaten Pringsewu. Dan saat ini produk olahan itu telah memiliki nama patennya yaitu Rafin’s Snack Anak Bangsa,” jelas Fauzi.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR