WAY KANAN (Lampost.co) -- Memiliki keragaman dan pluralisme merupakan salah satu potensi serta aset daerah yang harus dikelola dengan baik, bukan menjadi penghalang dalam memajukan daerah tercinta. 

Hal itu disampaikan, Bupati Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya, saat menghadiri pelaksanaan Ngaben Massal di Kampung Bali Shadar Selatan, Kecamata Banjit, Rabu 4 September 2019. 



Adipati, menjelaskan bahwa Way Kanan dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa. Disamping penduduk asli Lampung Way Kanan, ada juga Suku Ogan, Semendo, Bali, jawa, Batak, Sunda dan sebagainya. Dengan beragam suku bangsa itu, tentunya mempunyai adat istiadat dan agama berbeda. 

Namun demikian, hampir tidak pernah terjadi perselisihan. Ketenteraman tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan umat beragama yang telah berperan memelihara dan menjaga toleransi serta memelihara persatuan dan kesatuan antar sesama umat.

"Keberagaman dan pluralisme merupakan salah satu anugerah dari Tuhan yang diberikan untuk Way Kanan dan bangsa Indonesia. Memupuk sikap toleransi dalam kebhinekaan yang sudah ada perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan untuk mencari titik persamaan bukan mencari perbedaan-perbadaaan yang mengarah kepada perpecahan," jelasnya. 

Menurutnya, rasa aman di tengah-tengah masyarakat merupakan prasyarat bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan, rasa aman ini akan dapat terwujud bila sesama anggota masyarakat di Kabupaten Way Kanan yang senantiasa memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta hidup rukun berdampingan.

Adanya perbedaan paham keagamaan tersebut jangan dijadikan konflik sebab ajaran agama adalah persoalan keyakinan yang tidak dapat dipaksakan dan merupakan hak mutlak yang harus dihargai dan dihormati, karena agama apa pun mengajarkan untuk hidup rukun di antara sesama manusia walaupun berbeda keyakinan.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi atas semangat masyarakat Umat Hindu Kampung Bali Shadar Selatan dalam melaksanakan Ngaben masal, yang memuat nilai-nilai religi yang sangat bermakna bagi kehidupan, termasuk nilai kebersamaan dan kegotong-royongan," ungkapnya.
 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR