BANDAR LAMPUNG (Lamposta.co) -- Kasubdit IV Renakta Dirreskrimum Polda Lampung I Ketut Seregi menolak adanya permintaan oleh kuasa hukum terlapor CE agar memeriksa juga para saksi untuk meringankan ketika CE akan diperiksa sebagai saksi.

"Itu namanya saksi a de charge (meringankan). Itu enggak bisa lah, bisanya nanti di persidangan," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (9/7/2018).



Menurut Ketut, penyidik sudah menentukan saksi yang diperiksa, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). "Kan saksi yang diperiksa, yang untuk mencari alat bukti. Nantinya kontraproduktif dong dengan penyidik," katanya.

Selain itu, CE selaku dosen yang dilaporkan oleh mahasiswi bimbingannya yakni CE, berencana akan dipanggil pada Rabu, (11/7/2018) untuk diperiksa pertama kali di tingkat sidik. "Kita kirim surat sudah, Rabu lah dipanggil terlapor tadinya hari ini (Senin), tapi kita utamakan periksa saksi lainnya," katanya.

Baca Juga:

Jemput Bola, Subdit IV Periksa Saksi Dugaan Asusila di Unila

Sebelumnya, Gunawan Jatmiko selaku Ketua BKBH Unila yang menjadi kuasa hukum CE mengatakan siap mendampingi kliennya seusai jadwal pemanggilan. Namun ia juga berharap agar Penyidik memeriksa saksi yang meringankan agar ada keberimbangan.

"Saksi yakni mahasiswi bimbingan CE yang mengetahui prosedur saat berkoordinasi dengan kliennya soal skripsi, juga kita minta diperiksa. Jadi klien kita itu kalau bimbingan ada mekanismenya, yakni dua mahasiswa. Jadi bisa dimungkinkan upaya dugaan asusila itu tidak bisa terjadi," ujarnya.

Selain itu, saksi ahli pidana juga disiapkan, baik dari ahli pidana Unila, maupun dari kampus lain. Karena Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung yang melakukan pemeriksaan juga menggunakan saksi ahli pidana. "Nanti sesudahnya kita siapkan saksi ahli pidana," kata Dosen Hukum Pidana Unila itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR