BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan 2 bulan pidana penjara (98 bulan) terhadap Suradi (27), Warga Kampung Baru I Kota Karang, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, atas kepemilikan barang haram jenis sabu seberat 3,2198 gram.

Hakim Ketua Yus Enidar didampingi dua hakim anggota Syamsudin dan Novian Saputra di persidangan mengatakan berdasarkan keterangan saksi serta terdakwa dan alat bukti yang dihadirkan, terdakwa secara sah  tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.



"Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap terdakwa Suradi dengan pidana penjara selama 8 tahun dan dua bulan penjara serta denda Rp1 miliar dubsider 6 bulan kurungan," kata Hakim.

Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Chandrawati Rezki Prastuti. Perbuatan yang dilakukan terdakwa berawal pada Februari 2018, saat itu anggota polisi melakukan penangkapan terhadap Jumadi (dakwaan terpisah) bersama dengan terdakwa atas informasi dari masyarakat.

Saat dilakukan pengkapa terhadap kedua terdakwa ditemukan 6 paket kecil sabu serta 4 paket sedang yang ditemukan petugas dari saku celana sebalah kanan milik terdakwa. "Selain sabu petugas juga mengamankan setengah pil extasi sisa konsumsi keduanya," kata Hakim.

Dari pengakuan terdakwa 10 paket sabu tersebut sisa penjualan, diaman pada hari sebelumnya terdakwa telah menjual sabu seharga Rp500 Ribu kepada Ipan (belum tertangkap).

Berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris BNN bahwa barang jenis kristal putih dan pil yang diduga exstasy mengandung metamfetamina dan zat MDMA termasuk dalam golongan satu lampiran UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR