BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Rusli (37) Warga Dusun Negeri Ampit, Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran dengan pidana penjara 8 tahun dalam persidangan Rabu (8/8/2018).

Hakim Ketua Aslan Ainin didamping hakim anggota A Lakoni dan Fitri Ramadhan mengatakan terdakwa secara sah terbukti melakukan tindak pidana  tanpa hak melawan hukum menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman, sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 Ayat (2) Undang  Undang Repoblik Indonesia no 35 tahun 2009 tentang narkotika.



Berdasarkan keterangan terdakwa, alat bukti dan saksi yang dihadirkan terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal sebagai mana dalam dakwaan jaksa.

Atas putusan itu Jaksa menyatakan pikir-pikir sementara terdakwa menyatakan terima, vonis yang diberikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara.

Dalam dakwaan Jaksa Elsa Liyanti menuturkan, perbuatan terdakwa bermula pada 3 Maret 2018 dimana saat itu terdakwa dihubungi Rusalan (DPO), Rusalan meminta terdakwa untuk mengambil sabu sabu dengan memerintahkan orang lain untuk bertemu terdakwa ditekuk. 
"Tidak lama terdakwa dihubungi orang yang tidak dia kenal kemudian meminta terdakwa kearah Teluk untuk mengambil sabu, sasampai ditempat yang telah ditentukan orang tersebut menyerahkan pelastik warna hitam berisikan 3 bungkus besar sabu," kata Jaksa.

Setelah menerima paket besar terdakwa pulang kekosannya di sekitaran Kedamaian, sesamiap di kosan itu terdakwa memecah tiga paket sabu berukuran besar menjadi 30 bagian paket kecil, lalu selanjutnya terdakwa dihubungi Ruslan dan mengatakan jika ada orang yang ingin membeli sabu dari terdakwa dengan menyerahkan nomor telepon pembeli.

"Kepada pembeli terdakwa menyerahkan 7 paket kecil sabu, keesokan harinya Rusalan kembali menghubungi terdakwa dengan mengatakan akan ada pembeli lagi, kemudian terdakwa dan pembeli bertemu dan terdakwa menyerahkan 8,5 paket sedang sabu," kata Jaksa.

Tidak sampai disitu saja, hari selanjutnya Rusalan Kembali menghubungi terdakwa dengan maksud yang sama, saat itu terdakwa menyerahkan kepada pembeli sabu sabu sebanyak 10,5 paket sedang.

Setelah beberapa paket sabu laku terjual terdakwa masih menyimpan empat paket sedang yang terdakwa letakkan di dalam bantal kamar tidur terdakwa, lalu datang anggota direktorat narkoba Polda Lampung melakukan pengkapan beserta alat bukti berupa empat bungkus sabu yang ditemukan didalam bantal kamar tidur milik terdakwa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR