BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sistem pembayaran pajak elektronik yang diterapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Bank Lampung meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan. Perangkat 200 unit yang terpasang sejak Oktober menambah pendapatan pajak mencapai 30%. 
 
Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK, Adlin Syah Malik Nasution menjelaskan alat rekam pajak elektronik yang diinisiasi Pemkot sudah terpasang 200 unit. Berdasarkan evaluasi sejak Oktober lalu terdapat peningkatan penerimaan pajak sebesar 25%-34% dibandingkan bulan sebelum menggunakan tax online. 
 
"Rata-rata selama ini penerimaan pajak hanya Rp5 miliar, tetapi dipasangnya tapping box itu mulai meningkat menjadi Rp6 miliar. Bahkan, Desember lalu hingga mencapai Rp9 miliar. Makanya saya minta kepada fendor membuka akses data kepada Bank Lampung, KPK, dan Pemkot terkait penerimaan per hari di masing-masing merchant," kata Adlin. 
 
Ia menambahkan, data penjualan harian dari setiap Wajib Pajak hotel, restoran, dan hiburan akan terpantau potensi penerimaan pajak tersebut untuk daerah. Dengan terbuka akses data itu, ketiga instansi tersebut dapat menyesuaikan penerimaan transaksi dan pajak yang seharusnya dibayarkan. 
 
"Angka pengawasan dan upload data ketahuan. Kalau riilnya Rp500 juta, tetapi ternyata yang disetorkan hanya Rp200 juta maka akan ketahuan. Tapi, memang kepatuhan WP itu butuh waktu dan sosialisasi. Untuk itu 200 perangkat yang terpasang itu akan ditambah menjadi 500. Kami yakin, hasilnya akan semakin membaik," ujarnya. 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR