KRUI (lampost.co) -- Panwaslu Kabupaten Pesisir Barat merekomendasikan agar pemerintah Pekon Penengahan, Kecamatan Lemong, memberikan pembinaan dan teguran keras yang terakhir kalinya kepada M Tozi Dinata (36), yang merupakan kepala pemangku (kepala dusun) Sukamulya, Pekon Penengahan. Hal ini karena dirinya telah dua kali terlibat kegiatan partai politik atau kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung nomor urut 3 Arinal-Nunik.

Hal itu dikatakan koordinator divisi penanganan pelanggaran Panwaslu Kabupaten Pesisir Barat, Abd Kodrat, melalui rilis yang dikirim ke lampost.co, Jumat (25/5/2018).



Sementara itu, kata dia, untuk anggota dewan Pesisir Barat Supardalena (Golkar), pihaknya menilai hanya kelalaian, telat memberitahukan surat cutinya kepada panwaskab, dan diberikan teguran tertulis. Supardalena menjadi juri lomba kasidahan pada kampanye itu.

Sedangkan Yuniar (Aparatur Sipil Negara), yang juga menjadi juri pada lomba kasidahan ibu-ibu pengajian, dianggap pelanggaran asas netralitas ASN.

Menurut Kodrat, pihaknya merekomendasikan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu Lampung untuk menindaklanjuti pelanggaran ketidaknetralitasan ASN yang dilakukan Yuniar, pegawai di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, pada kampanye itu diduga bersangkutan terlibat aktif. "Mereka sudah kami panggil semua, tidak ada unsur pidananya," ujar Kodrat.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR