KRUI (Lampost.co) -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Pesibar) Hapzi membantah telah menerima sejumlah uang dalam kasus pengadaan mebel sekolah sesuai dengan yang disebut oleh terdakwa kasus pengadaan mebel sekolah Evan Mardiansyah, dalam persidangan beberapa waktu lalu.

Dirinya justru sama sekali tidak pernah merasa menerima sejumlah seperti apa yang disebut terdakwa Evan Mardiansyah. "Saya tidak pernah menerima dana-dana itu, atau menjanjikan sesuatu. Itukan hanya isu sepihak," ujar Hapzi, saat ditemui disela-sela acara Semarak Pulau Pisang, Selasa (7/8/2018).



 Hapzi mengatakan dalam persidangan sebelumnya dirinya sudah pernah meminta terdakwa untuk bisa menunjukkan bukti-bukti jika memang dirinya pernah menerima uang sesuai dengan yang disebutkan. "Belum lama ini dalam persidangan juga saya sudah minta Evan secara langsung untuk membuktikan jika memang saya menerima uang darinya," kata dia.

Menurutnya, dia justru sama sekali tidak mengetahui jika Evan Mardiansyah adalah yang mengurus proyek tersebut. "Setahu saya, dia adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan saya tidak tahu kalau dia yang mengurus proyek tersebut," kata dia.

Baca Juga:

Kasus Korupsi Pengadaan Alat Sekolah Bakal Seret Kadis Pendidikan Pesibar

Rp715 Juta Dibagi-bagi, Kadis Pendidikan Pesibar Terima Rp400 Juta dari Terdakwa

Pihaknya mengakui jika dalam perjalanan proyek dimaksud, dirinya sempat bertemu dengan Evan Mardiansyah. "Hanya saja dalam pertemuan itu kami tidak pernah membahas masalah uang," tegas Hapzi.

Dirinya menegaskan siap untuk dipangggil oleh penegak hukum, jika memang diperlukan untuk memberikan keterangan-keterangan yang dibutuhkan. "Saya siap kooperatif, jika memang dipanggil saya siap memenuhi panggilan," tutupnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR