KALIANDA (Lampost.co)--Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Thomas Amirico, meminta Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Sukabaru, Kecamatan Penegahan mengembalikan uang para siswa-siswinya. 

Hal ini terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kepala SDN 3 Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.



Menurut dia, pihaknya telah memanggil Kepala SD Negeri 3 Sukabaru Suroyo dan meminta keterangan kepada yang bersangkutan. 

Dimana, kata dia dari pengakuan Kepala SD Negeri 3 Sukabaru punggutan uang tabungan tidak sebesar apa yang disampaikan wali murid dalam pemberitaan media masa yakni antara Rp300 ribu-Rp500 ribu. Namun, para siawa dimintai iuran hanya Rp150 ribu-Rp160 ribu yang diperuntukan membeli kaos dan baju batik anak kelas 3 dan kelas 5 SD.

"Kaos dan baju batiknya masih dipesan. Tapi, karena ada berita ini maka saya perintahkan kepada Kepala SD Negeri 3 Sukabaru untuk dikembalikan sesegera mungkin paling lambat besok (Kamis (20/6/2019),"ujar Thomas, Rabu (19/6/2019), ketika dihubungi Lampost.co lewat WhatsApp-nya.

Thomas menegaskan jika memang terbukti ada pungutan liar. Maka, pihaknya memberikan tindakan yang cukup tegas. "Besok kita cek, jika terbukti akan berikan sanksi tegas," katanya. 

Diberitan sebelumnya, sebanyak 50-an orang tua/wali murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, mempertanyakan tabungan anak mereka yang hendak lulus dipotong pihak sekolah sebesar Rp300 ribu-Rp500 ribu per siswa.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR