LIWA (Lampost.co)-- Menjelang ramadhan 1440 H, bumi Sekala Bekhak disentakkan oleh viralnya video anak-anak di Sekolah Dasar di “tanoh unggak” (Liwa) berjoget ria dengan gaya orang yang sedang mabuk dengan iringan musik remix. 
 
Seem R. Canggu, Raja Duta Perbangsa, Juru bicara Kepaksian Pernong menilai peristiwa miris tersebut terjadi disekolahan dan semuanya mengenakan pakaian sekolah. Menilik dari gerakan jogetnya, Seem menduga bahwa hal tersebut bukan untuk yang pertama kalinya mereka lakukan. 
 
Ia menilai, Bumi Sekala Bekhak merupakan Negeri asal Sai Batin. "Karena disinilah mata air adat SaiBatin, lalu kemudian mengalir, menyebar ke berbagai daerah," kata Seem dalam keterangan tertulis Selasa (7/5/2019). 
 
Sekala Bekhak merupakan pusat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak, Liwa terkenal dengan semboyan Liwa kota Berbunga (bersih berbudaya penuh kenangan). "Maka selayaknya bumi Lampung Barat menjadi pioner dalam menjaga kearifan lokal termasuk dalam bidang musik dan seni tari," ujar Seem. 
 
Mantan Bupati Lampung Barat dua priode Mukhlis Basri, penerima anugerah tulus penghakhi, yang merupakan anugerah adat tertinggi di Kepaksian Pernong, hal tersebut dianugerahkan oleh PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23. Penghargaan itu diberikan atas dedikasi Mukhlis dalam menjaga dan mengelola adat budaya SaiBatin di bumi Sekala Bekhak. 
 
Selanjutnya, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin begitu gencar menggali adat budaya dan kesenian daerah, diawal kepemimpinan mereka berdua, lewat Orkes Gambus yang kental nuansa adat dan religi mendapat tempat istimewa. Lalu, nyambai yang merupakan kesenian tradisionil khas Sekala Bekhak begitu semarak bahkan ditampilkan secara massal dan mereka berdua ikut serta dalam penampilan tersebut. 
 
"Pucuk pimpinan Pemerintahan Lampung Barat telah memberikan contoh tauladan yang baik, karena itu saya berharap peristiwa Padang Cahya dapat kita jadikan sebagai titik berangkat, bagi kita semua tanpa terkecuali untuk kembali kepada adat budaya asli kita, khususnya adat budaya yang dianut oleh komunitas adat Paksi Pak Sekala Bekhak yang sudah dikenal oleh Kerajaan Nusantara bahkan oleh dunia," tutup Seem.

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR