PERSIAPAN arus mudik Lebaran sudah dimulai sebelum Ramadan tiba. Hal itu dilakukan setiap komponen guna memberikan keamanan dan kenyamanan saat mudik Lebaran.

Tradisi mudik memang tak lepas dari budaya bangsa ini, untuk silaturahmi berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Karena itu, memberi kenyamanan sekaligus keamanan para pemudik sudah menjadi keharusan.



Terlebih, setiap tahunnya, mudik Lebaran melibatkan puluhan juta orang, tidak sebatas mereka yang merayakan Lebaran. Apalagi tahun ini libur hari Idulfitri dan cuti bersama cukup panjang. Untuk tahun ini pemerintah menetapkan libur juga cuti bersama sampai 11 hari lamanya.

Moda angkutan untuk mudik pun cukup banyak, mulai dari udara, laut, dan darat. Di darat pun ada kereta api, kendaraan umum, kendaraan pribadi hingga kendaraan roda dua, sepeda motor. Angkutan ini yang perlu dipersiapkan secara matang karena setiap tahunnya banyak merenggut nyawa di jalan selama mudik akibat kecelakaan.

Selain faktor Kelalaian manusia (human error), kondisi kendaraan yang laik (memenuhi syarat dan patut) pun menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan kerap disumbang kendaraan yang tak laik, seperti rem blong, dan pengemudi mengantuk atau ugal-ugalan.

Berdasarkan data dari kepolisian RI, secara nasional jumlah kecelakaan lalu lintas selama musim mudik 2018 tercatat ada 1.154 kasus yang menyebabkan 242 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut turun dibanding 2017 yang tercatat ada 1.623 kasus dengan korban meninggal dunia 374 orang.

Kita berharap jumlah lakalantas makin bisa ditekan, hingga tidak lagi menelan korban jiwa. Salah satu upayanya adalah melakukan cek kendaraan sebelum mudik, terutama kendaraan angkutan umum. Merujuk Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, bahwa setiap kendaraan umum harus dilakukan pengecekan kelaikan.

Cek fisik merupakan pemeriksaan kendaraan pada bagian tertentu dan spesifikasi teknis kendaraan bermotor dengan tujuan mencari kesesuaian dengan dokumen kendaraan tersebut. Selain itu, ram check dilakukan untuk mencari data kondisi kelaikan teknis kendaraan. Kondisi rem, ban, mesin, lampu, wiper, klakson, hingga alat bantu pemecah kaca dalam kondisi darurat, harus dipenuhi untuk kendaraan umum sekelas bus. Itu juga berlaku bagi kendaraan kecil lainnya, termasuk mobil pribadi.

Kondisi pengemudi juga harus diuji secara klinis. Sopir yang prima dan memahami tata tertib lalu lintas plus ditunjang kendaraan yang sehat dan laik, akan membawa para penumpangnya menuju kampung halamannya dengan selamat.  

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR