KALIANDA (Lampost.co) -- Kendaraan Dinas (Randis) milik Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan diduga dikomersilkan oknum pegawai Dishub Lamsel. Pasalnya, randis jenis pick - up bernomor polisi BE-9376-DZ tersebut dipakai bukan pemegang kunci. Namun, dipakai oleh warga umum (bukan pegawai Dishub,red).

Kepala Dishub Lampung Selatan Mulyadi Saleh, ketika dihubungi Lampost.co, mengaku tidak tahu jika randis milik Dishub Lamsel tersebut dikomersilkan.



"Nggak bolehlah. Apapun alasannya kalau digunakan bukan untuk ke perluan dinas dan oleh aparatur dinas tidak dibenarkan," ujar dia, Kamis 19 September 2019, ketika dihubungi Lampost.co.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan jika randis tersebut dikomersilkan justru dirinya tidak mengetahui secara persis siapa yang memakai kendaraan tersebut.

"Saya nggak tahu, nanti dicek dulu siapa yang pakai. Justru saya berterimaksih sudah dikasih informasi seperti ini," kata dia.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, , randis Dishub Lampung Selatan tersebut digunakan oleh warga yang bukan pegawai Dishub Lamsel hilir mudik di wilayah Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lamsel.

Bahkan, randis tersebut sudah mati pajak. Hal ini terlihat jelas pada plat nomor kendaraan yang tertulis 08.16, yang sama artinya pajak  randis tersebut habis ditahun 2016. 

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Lampung Selatan Hermansyah Hamidi, menyatakan silahkan konfirmasi langsung dengan Dishub Lamsel.

"Tapi, nanti akan kita panggil pihak Dishub Lampung Selatan terkait persoalan randis yang dipakai oleh warga umum bukan pegawai Dishub Lamsel," katanya.

Dilain pihak, Kasubbag Perlengkapan Bagian Perlengkapan Setkab Lampung Selatan Samhuri menyatakan secara aturan tidak boleh randis dipergunakan oleh masyarakat umum atau bukan pegawai Dishub Lamsel.

"Ada aturanya kok. Tapi, saya lupa aturanya," kata dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR