BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Salah satu masalah yang sering timbul pada anak-anak dan balita adalah alergi. Tidak jarang masalah alergi pada anak bisa timbul hingga dewasa.

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Murdoyo menguraikan, alergi bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari makanan yang mengandung protein tertentu seperti telur, susu, kacang, makanan laut, kemudian debu dan udara juga bisa menjadi pemicu munculnya alergi.



Ketika tubuh anak terpapar oleh zat pencetus alergi (alergen) maka sistem kekebalan tubuhnya bisa memberikan reaksi yang berlebihan. Menurutnya, alergi makanan lebih serinh terjadi pada bayi dan balita. Sebab, pada dasarnya semua makanan dapat menimbulkan alergi. Akan tetapi antara makanan satu dengan yang lain memiliki derajat alergenitas yang berbeda-beda.

"Suatu makanan mungkin lebih mudah menimbulkan alergi bagi seorang anak dibandingkan dengan makanan lainnya. Selain itu respon daya tahan tubuh setiap anak berbeda-beda, sehingga satu makanan dapat menyebabkan alergi pada anak tertentu tapi tidak pada anak lainnya," kata Murdoyo saat dihubungi Lampung Post Weekend.

Murdoyo yang juga ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Lampung itu menegaskan, ketika anak terpapar dengan zat pencetus alergi, terjadi penyimpangan sehingga dianggap benda asing oleh tubuh , sehingga muncul menjadi alergi.

" Bahaya atau tidaknya alergi tergantung dengan tingkat alerginya, yang paling bahaya bisa menyebabkan kematian. Misalnya alergi makanan, sampai keracunan," kata dia

Begitu juga dengan ciri dan gejala munculnya alergi pada anak akan berbeda misalnya saluran pencernaa , saluran peenafasan,  merah pada kulit,  ruam, diare,  batuk, dan sebagainya.


Tidak semua alergi berlanjut sampai dewasa, tergantung dengan berat atau ribgan serta respon tubuh setiap anak, biasanya alergi akan hilang dan sembuh dengan sendirinya seiring dengan bertambah usia anak.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR