BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Gangguan konsentrasi pada anak sering tidak disadari para orang tua, sehingga orang tua terlambat memeriksakan masalah tersebut karena baru diketahui ketika anak masuk usia sekolah. Jika hal ini terus dibiarkan, dapat mengganggu dan keterlambatan belajar anak.

Dosen Vokasi Okupasi Universitas Indonesia Trigunadi mengungkapkan konsentrasi merupakan pemusatan perhatian, pikiran, jiwa, dan fisik pada sebuah objek.



Ciri konsentrasi yang baik pada usia 1—3 tahun ditandai dengan perkembangan bahasa dan bicara sesuai dengan usia, mampu dan antusias dalam berinteraksi dengan lingkungan, serta mampu mendengarkan.

Kemudian, anak usia 3—6 tahun (masa sekolah) konsentrasi perhatian terpusat antusias dalam semua kegiatan di PAUD tidak tertinggal dalam tuntutan kelas kemampuan bahasa dan komunikasi sesuai usia aktif dalam kegiatan kelas seperti mendengarkan cerita mampu berinteraksi dengan teman.

Lalu, anak usia 6—12 tahun perhatian terpusat antusias dalam belajar, tidak ada ketinggalan kemampuan akademik dibandingkan usia tenang dalam belajar mampu mengemukakan ide dengan baik aktif dalam belajar, serta mampu menyerap pembelajaran dengan baik.

Lamanya konsentrasi pada anak usia 3 tahun selama tiga menit, konsentrasi anak 4—6 tahun lima menit, anak usia 6—12 tahun selama 15 menit, dan konsentrasi orang dewasa selama 30 menit dengan jeda istirahat selama 10 menit untuk fokus kembali.

"Penyebab gangguan konsentrasi bisa ditandai dengan beberapa hal, misalnya minat yang kurang motivasi yang rendah kelelahan cemas gaya belajar yang tidak disukai," ujar Tri, yang juga direktur Yamet Indonesia pada seminar kesehatan dan parenting dengan tema Mengenali gangguan konsentrasi pada anak usia sekolah serta pemecahannya, Selasa (9/1/2019).

Menurutnya, gangguan konsentrasi bisa disebabkan beberapa hal, seperti visual, keramaian, orang lewat, televisi, VCD, kemudian bunyi ponsel, keramaian musik yang diputar, dan lain-lain. Dampak dari gangguan konsentrasi menyebabkan rendahnya kemauan belajar anak, serta rendahnya pencapaian hasil belajar, reaksi terhadap kegiatan belajar, dan menghindari tugas.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR