BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua kader Partai Gerindra Lampung terlihat menggunakan kaos #2019gantipresiden di arena car freeday (CFD) Minggu (13/5/2018).

Diantaranya Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Lampung yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Patimura dan Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Kota Bandar Lampung, Imam Santoso.



Kepada Lampost.co Patimura mengatakan gerakan ini sama sekali muncul dari masyarakat tidak ada unsur partai di dalamnya. "Saya kesini atas nama pribadi, saya gabung sama masyarakat, ini gerakan arus bawah. Masyarakat mengambil sikap yang jelas, karena kehidupan sehari-hari yang sudah ada, harga apapun mahal, jadi memang pemimpin tertinggi ya harus diganti," ujarnya saat dikonfirmasi Lampost.co, Minggu (13/5/2018).

Informasi yang masuk ke Lampost.co, Patimura sempat disebutkan motor penggerak penggunaan kaos #2019gantipresiden, dan membagi-bagikan kaos tersebut, namun Patimura membantah hal itu.

"Saya ke sini ya olahraga. Kalau masalah kaos dibagi ya mungkin ada yang beli banyak, beli dua atau tiga terus dibagi-bagi, kan harganya murah," katanya.

Patimura juga melihat agenda CFD berjalan dengan lancar tanpa adanya provokasi, atau insident intimdasi. "Semua lancar. Kan gerakan itu enggak ada aturan yang ditentang, enggak hatespeech, enggak SARA. Kan kebebasan berserikat berkumpul atau berekspresi juga dijamin undang-undang," katanya.

Senada dengan Patimura, Imam Santoso berkata demikian. Ia datang ke arena CFD murni untuk berolahraga. "Ya kalau saya emang ketua fraksi Gerindra. Kalau ke sini kan olahraga, dan enggak ada larangan," katanya.

Sementara Kapolda Lampung Irjenpol Suntana menyangkan hal tersebut,  seharusnya arena CFD jangan sampai dijadikan tempat untuk berpolitik, sudah berulang kali ia memberikan himbauan kepada masyarakat. "Kita harus sepakat car freeday bebas dari kepentingan politik, kalau memang nanti sampai ada polemik kita gunakan fungsi Satpol PP Pemkot Bandar Lampung," katanya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono mengatakan jalannya CFD berlangsung lancar mesti penggunaan kaos tersebut kian marak. Ia menegaskan polisi sama sekali melarang, hanya melakukan pemantauan dan pencegahan, jangan sampai muncul hal-hal yang tak diinginkan.

"Makanya kita monitoring. Khawatir kalau ada dua kubu bersinggungan, perlu ada pendewasaan politik, yang sifatnya menyejukkan dari semua pihak," katanya.

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR