KOTA AGUNG (Lampost.co)--Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (BP KKN)  Universitas Lampung lakukan monitoring program KKN Kebangsaan tahun 2018 di 4 Kecamatan, Kabupaten Tanggamus, Rabu (15/8/2018).

Ketua BP KKN Unila, Sri Waluyo mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan guna monitoring rekan-rekan mahasiswa di tengah masyarakat lokasi KKN. "Kami melaksanakan monitoring guna memastikan apa saja yang dilakukan rekan-rekan selama ini sejak ditempatkan," kata dia.



Menurutnya, 641 mahasiswa KKN Kebangsaan ini sudah ditempatkan sejak tanggal 26 Juli 2018 tersebar di 3 Kabupaten. Yakni Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Lampung Timur. Sebelumnya telah dilakukan pembekalan selama 3 hari tanggal 23-25 Juli 2018 di Way Ratai, Lanal Angkatan Laut.

Sedangkan untuk di Tanggamus, lokasi KKN berada di masing-masing 8 pekon di 4 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Ulubelu, Airnaningan, Pematangsawa dan Kelumbayan. "Sehingga totalnya ada 32 pekon di Tanggamus," kata dia.

Peserta dalam KKN Kebangsaan ini merupakan mahasiswa pilihan dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Setiap perguruan tinggi dari Aceh sampai Papua mengirimkan sekitar 5-10 mahasiswa pilihannya untuk mengikuti kegiatan ini.

"Penarikan rekan-rekan mahasiswa ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus dan dikembalikan ke daerahnya masing-masing," ujarnya. 

Sementara Ilham Makhmud Pokja KKN Kebangsaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengaku cukup puas dengan hasil sementara program KKN Kebangsaan di Tanggamus. "Cukup sukses, para mahasiswa benar-benar menyelenggarakan misi dari KKN ini," ujarnya.

Adapun 2 misi KKN Kebangsaan diantaranya mahasiswa diminta mengidentifikasi potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui pemikiran. Kedua, mahasiswa diminta menemui masyarakat untuk mencoba menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi saat ini.

"Para mahasiswa ini dari perguruan terbaik yang ada di Indonesia. Sehingga hasil pemikiran cemerlang mereka disebut sebagai pemikiran kebangsaan," katanya.

Beberapa hasil monitoring, peserta KKN menemukan 30 potensi wisata air terjun yang belum terjamah oleh pemerintah setempat. Ditempat berbeda, ditemukan permasalahan komoditas lada yang harganya turun dan berkualitas rendah.
"Untuk selanjutnya, para mahasiswa akan membuatkan blue print sebagai jalan keluarnya dan akan diserahkan kepada Pemda dan Unila," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR