KALIANDA (Lampost.co)--Deputi Pengembangan SDM Pariwisata, dan Hubungan Antar-Lembaga Kementerian Pariwisata RI menggelar gerakan sadar wisata di lokasi wisata Pantai Kunjir, Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis (21/2/2019).

Kegiatan itu diikuti 45 peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah mengantongi izin dari Pemkab Lampung Selatan. Turut hadir Kasubbid Sadar Wisata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Arum Damaritiyas, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Lamsel Syahlani, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Pelupessy dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat, Yuda Sukmarina.



Gerakan Sadar Wisata tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan destinasi pariwisata pasca tsunami Selat Sunda.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Lampung Selatan, Syahlani, berharap melalui kegiatan gerakan sadar wisata ini akan menjadi motivasi bagi Pemkab Lamsel dan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah destinasi wisata pantai untuk bangkit.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata RI atas inisiasi dilaksanakannya kegiatan  ini. Dengan dukungan dan pendampingan seperti ini, diharapkan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana dapat termotivasi dan dengan ikhlas menerima musibah yang dialami serta dapat segera bangkit kembali,” ujarnya.

Syahlani menjelaskan musibah tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu  membuat para wisatawan mancanegara khawatir. Hal itulah yang memicu menurunnya animo wisatawan datang ke destinasi wisata yang ada di Provinsi Lampung. Maka, diperlukan langkah cepat dalam upaya pemulihan sektor pariwisata akibat terjadinya bencana tersebut. Seperti rencana aksi dari sisi sumber daya alam (SDM) atau kelembagaan melalui kegiatan trauma healing sebagaimana yang dilaksanakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  Lampung Selatan Yuda Sukmarina mengatakan tujuan dilaksanakannya kegatan itu adalah untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan di sekitar kawasan destinasi pariwisata, khususnya wisata pantai.

Dalam acara itu juga diserahkan bantuan berupa alat kebersihan yang langsung digunakan untuk membersihkan lokasi kegiatan  tersebut.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR