BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kementerian Pertanian menggelar kegiatan Pembinaan Tekad Antikorupsi melalui Protani di Hotel Novotel Lampung, selama tiga hari, 4--6 Desember 2017.
Acara bertema Peran strategis penyuluhan pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan menuju lumbung pangan dunia tahun 2045' tersebut dibuka Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Justan R. Siahaan, Senin (4/12/2017) malam.
Justan mengatakan pembinaan Protani di Bandar Lampung ini adalah yang ketiga pada tahun ini. Pertama di Makassar dan yang kedua di Yogyakarta.
Dia mengatakan kegiatan Protani ini bertujuan mewujudkan modalitas utama dengan membangun SDM pertanian yang religius, profesional, visioner, dan berintegritas (Reprovitas).
Selain itu untuk meningkatkan pemahaman bagi para penyuluh pertanian mengenai program baik jangka pendek maupun jangka panjang. "Sehingga penyuluh mampu berperan aktif dalam mewujudkan program dan layanan pertanian yang bersih dan bebas dari pungli," kata dia.
Justan mengatakan pencapaian bidang pertanian pada 2017 berdasarkan hasil Riset Food Sustainability Indeks atau FSI  yang mencakup tiga aspek, yakni pertanian berkelanjutan, kehilangan atau penyusutan pangan dan limbah serta aspek gizi, Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-21 dengan skor 50,77, berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.
Pada aspek pertanian berkelanjutan, Indonesia berada di peringkat ke-16 dunia dengan skor 53,87, berada di atas China, Amerika Serikat, dan India. Sementara itu, dari aspek food loss and waste, Indonesia berada di peringkat ke-24 dengan skor 32,53, Indonesia termasuk kategori dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan.
Kemudian dari aspek nutritional challenges, Indonesia bertengger di posisi ke-18 dengan skor 56,79. Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah defisiensi micronutrient, yang merupakan prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, kelebihan gula, serta mampu membeli makanan segar. "Ini sangat menggembirakan," kata dia.
Capain kinerja tersebut, kata dia tentu harus kita kelola dan tingkatkan, serta dapat sebagai modalitas untuk menatap optimisme ke depan dalam mewujudkan program swasembada pangan berkelanjutan menuju Lumbung Pangan Dunia 2045.
Protani di Lampung kali ini, lanjut Justan, lebih difokuskan untuk meningkatkan peran strategis penyuluh pertanian dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta program dan layanan pertanian. "Penyuluh merupakan garda depan suksesnya pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani," kata dia.
Dia mengatakan dipilihnya Provinsi Lampung tempat menyelenggarakan kegiatan ini karena Lampung mempunyai potensi yang sangat luar biasa untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.
"Saya sangat menaruh harapan besar kepada para penyuluh pertanian di kabupaten/kota se-Provinsi Lampung untuk mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045," kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR