KRUI (Lampost.co) -- Sebanyak 50 orang ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kategori daerah tertinggal, mengikuti Bimtek penyaluran bantuan dana KUBE yang dilaksanakan oleh kementerian Sosial (Kemensos), di kafe Mulya Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat, Minggu (19/8/2018).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat Marzuki yang diwakili oleh sekretaris dinasnya, Agus Dwi Sunarti, mengatakan penanganan fakir miskin pedesaan merupakan salah satu upaya strategis nasional dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial dan melindungi hak asasi manusia.



“Berbagai program dilaksanakan dengan tujuan pemberdayaan dan penanganan fakir miskin wilayah pedesaan, dengan pendekatan penguatan kapasitas pendampingan dan pemberdayaan, pemberian stimulan dan penataan lingkungan,” kata Agus Dwi.

Pihaknya, melalui program penanganan fakir miskin melaksanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan dengan model usaha ekonomi produktif melalui KUBE khususnya daerah tertinggal.

"Kami harap program ini bisa berjalan dengan maksimal, dan berhasil guna meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok usaha bersmaa ini,” kata Agus.

Lanjutnya, kegiatan Bimtek yang dilaksanakan merupakan salah satu rangkaian tahapan pelaksanaan pemberdayaan fakir miskin dengan tujuan untuk menyiapkan penerima manfaat, agar memanfaatkan bantuan yang diterima dengan maksimal.

"Tahun ini sebanyak 50 kelompok KUBE menerima bantuan dana sebesar Rp20 juta dari Kemensos, dimana 50 kelompok itu tersebar di empat kecamatan seperti Kecamatan Lemong 20 kelompok, Karyapenggawa, Pesisir Tengah dan Krui Selatan masing-masing 10 kelompok,” ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR