JAKARTA (Lampost.co) -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengungkapkan keseluruhan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) sepanjang 2.818 kilometer ditargetkan akan rampung pada tahun 2025. Kendati demikian, Kemen PUPR mengakui bahwa pihaknya akan melakukan itu secara bertahap.

Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga, mengatakan bahwa secara keseluruhan pihaknya perlu waktu sampai tahun 2025, dan hal itu akan dilakukannya secara bertahap sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki juga ketersediaan lahan.



"Makanya bagaimana kita mengembangkan ini bukan hanya pemerintah, tapi juga bagaimana swasta ataupun BUMN dapat bekerjasama dalam mengakselerasi dalam pembangunan tol ini," katanya di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Dia mengungkapkan, jika saat ini pembangunan JTTS telah dilakukan dari Bakauheni-Pekanbaru dengan panjang kurang lebih 1.000 km dan Pekanbaru-Aceh 1.000 km. Namun, dia mengatakan bahwa prioritas pembangunan saat ini adalah dari Lampung ke arah Palembang.

"Selain itu ada juga yang sirip-sirip kita sudah mulai pembangunannya yakni kurang lebih panjang 600 kilometer, contohnya misalnya dari Sumatera Barat yaitu Padang sampai ke arah Pekanbaru itu panjang 300 kilometer, kemudian Pekanbaru-Dumai 120 kilometer," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Danis, yang sudah berjalan yang sirip juga dari ada dari Medan ke arah Kualanamu dan Tebing tinggi itu sudah selesai kemudian ke arah Binjai ini yang sedang berjalan.

Kendati musim mudik Lebaran 2018 akan tiba, Kemen PUPR meyakini JTTS akan bisa dilalui oleh pemudik dengan menggunakan jalur tol sepanjang 245 kilometer baik jalur operasional maupun fungsional. "Jadi untuk JTTS itu kurang lebih ada 245 kilometer yang sudah bisa dilalui untuk musim mudik lebaran, kurang lebih 50 persen sudah operasional dan 50 persen fungsional," terang Danis.

Menurut dia, JTTS yang sudah operasi sepanjang 119 km, dan fungsional 125 km. Adapun jalur Bakauheni-Terbanggi Besar mencapai 13,9 km, sedangkan yang fungsional 88,4 km. Sementara untuk ruas jalan, Palembang-Indralaya yang sudah operasi mencapai 7,75 km, serta akan digunakan secara fungsional sekitar 14 km atau tambah menjadi 22 km.

"Sementara untuk Medan- Binjai itu 10,5 km, kemudian Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi 53 km, kemudian antara Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sekitar 22 km untuk fungsional. Kemudian ada juga Medan-Belawan 34,4 km," terang dia.

Sedangkan untuk jalur non tol, Kemen PUPR menyebutkan saat ini telah mempersiapkan jalan-jalan untuk dilintasi kendaraan pemudik mulai dari lintas timur, tengah dan barat Sumatera yang diproyeksikan akan kelar pada H-10 jelang Lebaran 2018.

"Kita ada lintas tengah, timur dan barat, nah itu yang selalu kita persiapkan, karena memang di Sumatera jalur fungsional dan operasional (JTTS) baru 245 kilometer maka kita fokus di jalur non tol. Seluruh Indonesia H-10 kita targetkan selesai semua (pengerjaan jalan) dan pengecekan kembali serta konfirmasi," sebut Danis.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR