KEMENTERIAN Pariwisata segera menyusun dan menyiapkan pedoman wisata halal yang akan menjadi panduan bagi pengembangan pariwisata berstandar halal sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan wisata halal di Indonesia. 
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat menjadi pembicara dalam Prakonvensi Nasional Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Indonesia di Jakarta, mengatakan pihaknya optimistis panduan yang akan disusun tersebut akan berperan mempercepat pertumbuhan wisata halal di Indonesia. 
 
Pedoman wisata halal akan meliputi empat bidang yaitu destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan. Dalam penyusunan panduan, Kemenpar mengacu pada standar terbaik wisata dunia. "Kita harus mengikuti strategi umum seperti pelayanan dan harga terbaik dan berlaku di dunia," ujar Arief, Selasa (25/6/2019). 
  
Mengenai standar layanan pariwisata, Menpar menjelaskan pentingnya sertifikasi pariwisata halal bagi pelaku dan produk pariwisata. Sertifikasi dapat dijadikan sebagai jaminan halal bagi produk pariwisata yang diproduksi oleh para pengusaha. 
 
"Untuk langkah awal ada empat bidang usaha yang akan disertifikasi yakni kuliner, hotel, biro perjalanan, dan spa. Sebaiknya para pelaku usaha tidak ragu melakukan sertifikasi bagi bidang usahanya karena dengan demikian ada jaminan produknya halal dan sesuai standar," kata Menpar. 
 
Potensi pawisata halal di Indonesia dinilainya besar namun pencapaiannya belum optimal. Belum banyak daerah yang menjadikan wisata halal sebagai ciri khas wisata. Salah satu daerah yang sudah menerapkan wisata halal yakni Lombok. 
 
"Kita masyarakat Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Terkadang ada anggapan pelaksanaan sertifikasi tidak berguna, padahal di situlah kita menerapkan standar yang juga mendorong pihak lain untuk meningkatkan kualitas secara bersamaan," sebut Menpar lagi.
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR