MENGGALA (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang mendapatkan alokasi kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 kurang dari 40 persen.

Dari 1426 kuota yang diajukan Pemkab Tulangbawang, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) hanya menyetujui 261 kuota.



Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Tulangbawang Syahril mengatakan, meskipun jumlah kuota kebutuhan pegawai yang diajukan tidak terealisasi secara keseluruhan.

Dirinya memastikan, pemkab Tulangbawang tidak akan membuka penerimaan tenaga honorer fungsional untuk menutupi jumlah kekurangan pegawai. "Enggak ada itu penerimaan," kata dia, dihubungi Lampost.co, Selasa (11/9/2018).

Baca Juga:

Formasi CPNS Hanya Disetujui 48,18 Persen, Pemkab Lamtim akan Optimalkan Kerja PNS dan TKS

Dia mencohtohkan, disuatu daerah otonomi baru yang minim pegawai dan notabenenya membutuhkan serta memerlukan lebih banyak pegawai. Belum tentu jumlah pengajuan akan direalisasi seratus persen.

Menurutnya, Kemenpan RB tentu punya pertimbangan terkait jumlah kuota yang diberikan. "Pastinya pemerintah mempertimbangkan segi anggrannya," kata dia.

Meski jumlah kuota pegawai yang diajukan tidak seratus persen terealisasi. Dia menegaskan, sistem pemerintahan akan tetap dapat berlangsung dengan baik.

"Iya, kalau kurang memang kurang, tapi kan sistem pemerintah tetap jalan dengan baik," ujar Syahril.

Dia menyatakan, jika saat ini total keseluruhan pegawai yang bekerja di lingkup Pemkab Tulangbawang berjumlah 4.442 pegawai yang tersebar di 15 kecamatan se-kabupaten setempat.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR