KOTABUMI (Lampost.co) -- Dalam upaya menyuksesnya eradikasi atau meniadakan penyakit frambusia pada 2019 di Kabupaten Lampung Utara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan tiap puskesmas melakukan survey serologi bagi 200 balita usia 11 - 59 bulan di wilayah sekitar.

Subdit Kusta Frambusia pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Nani Riziyati, saat pertemuan orientasi koordinasi teknis pelaksanaan evaluasi daerah endemis frambusia dengan tenaga kesehatan di sepuluh puskesmas yang menjadi sasaran target di aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura, Rabu (11/7/2018) mengatakan pihaknya menargetkan tiap puskesmas dapat melakukan advokasi survey serologi bagi 200 balita.



Dengan itu, capaian target advokasi survey serologi untuk eradikasi frambusia sebanyak 2.000 balita yang terbagi di sepuluh puskesmas, sembilan kecamatan, yakni Puskesmas Ulak Rengas Kecamatan Abung Tinggi, Puskesmas Bukit Kemuning Kecamatan Bukit Kemuning, Puskesmas Negara Ratu Kecamatan Sungkai Utara, Puskesamas Batu Nangkop Kecamatan Sungkai Tengah.

Dilanjutkan Puskesmas Madukoro Kecamatan Kotabumi Utara, Puskesmas Pekurun Kecamatan Abung Pekurun, Puskesmas Abung Kunang Kecamatan Abung Kunang, Puskesmas Karangsari Kecamatan Muara Sungkai serta Puskesmas Kotabumi 1, Kotabumi Udik di Kecamatan Kotabumi dapat tercapai.

"Bila hasil advokasi survey serologi penyakit melalui tes darah di 2.000 balita dinyatakan tidak ditemukan adanya penyakit frambusia atau temuan kasus reaktif penyakit itu, Lampung Utara akan dinyatakan bebas penyakit frambusia dari Kemenkes. Tapi bila ditemukan, akan ada tindakan lebih lanjut secara medis seperti pemberian obat prambusia secara massal," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR