MENGGALA (Lampost.co) -- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulangbawang akan segera mensosialisasikan revisi Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Perubahan secara terbatas undang-undang perkawinan itu berada pada Pasal 7 ayat 1 terkait batas usia minimal pernikahan bagi laki-laki dan perempuan.



Batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama-sama usia 19 tahun. Sebelumnya, di dalam Pasal 7 tersebut laki laki dibolehkan menikah minimal berumur 19 tahun, sedangkan perempuan 16 tahun.

Kepala Kemenag Tulangbawang Budi Cipto Utomo melalui Kasi Bimas Islam Kemenag Tulangbawang M Reza Apriano menyatakan, jika saat ini pihaknya belum secara resmi mendapatkan turunan informasi dari Kanwil Kemenag Lampung mengenai revisi undang-undang tersebut.

Namun, Reza mengaku, telah mengetahui isi revisi UU perkawinan tersebut dari media. Setelah resmi dilakukan revisi, akan ada sosialisasi dan pembinaan resmi dari Kementerian Agama untuk kantor Kemenag ditiap daerah.

"Untuk resmi sosialisasi kita belum mendapatkan, karena baru di pusat," kata Reza, Rabu 18 September 2019.

Meski telah dilakukan revisi, Reza mengatakan perkawinan pasangan dibawah batas usia 19 tahun, tetap dapat dilakukan. Namun, terdapat beberapa persyaratan yang harus dilengkapi pasangan nikah.

"Jika dibawah 19 tahun pasangan tersebut harus ada izin dari orangtua. Jika orangtua mengizinkan dengan mengisi format yang kita berikan, ya akan kita laksanakan," ujar dia.

Persyaratan tersebut, lanjut Reza, turut berlaku bagi pasangan yang memiliki kriteria khusus, seperti calon pengantin perempuan yang telah hamil duluan untuk menghindari perbuatan zina.

"Memang dibatasi usia perkawinan perempuan 19 tahun. Tetapi jika ada sesuatu lain hal dalam tanda kutip harus ada izin orangtua. Jika orangtua tidak mengizinkan, bisa lewat Pengadilan Agama nanti yang memutuskan," katanya.

Reza mengakui jika di Tulangbawang masih ditemukan perkawinan di bawah usia 19 tahun. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR