JAKARTA (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang ke-100 tahun  pada 5-9 Desember 2018 di kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid di Jakarta, Senin (3/12/2018) mengatakan kongres tak hanya berisi diskusi, tapi akan ada banyak kegiatan yang membuat kongres tersebut berbeda dengan sebelumnya.



"Kongres kali ini fokus untuk menyusun Strategi Kebudayaan yang diamanatkan lewat UU Pemajuan Kebudayaan. Strategi Kebudayaan ini akan disampaikan langsung kepada Presiden pada penutupan kongres," kata Hilmar.

Selain menjadi tempat menyusun Strategi Kebudayaan, kongres tersebut juga menjadi tempat belajar, karena setiap harinya akan ada kuliah umum dan pidato kebudayaan.

Para pegiat budaya dan masyarakat yang ingin ikut serta memajukan kebudayaan juga bisa terlibat langsung menyumbangkan pemikirannya  dalam "pitching forum" pada hari terakhir kongres (9/12/2018).

"Di pitching forum semua anak muda bisa mengutarakan pendapatnya untuk memajukan kebudayaan, sementara kami (Direktorat Jenderal Kebudayaan)
hanya mendengarkan ide-ide itu," kata dia.

Selanjutnya, terdapat beragam ekspresi budaya yang ditampilkan selama kongres, mulai dari film, tari, musik, pameran, mural dan lainnya.

Kongres tersebut dibuka untuk umum. Masyarakat dapat mendaftar secara daring, mereka juga dapat langsung datang ke kongres untuk menyaksikan
pidato atau kuliah umum jika tempat masih tersedia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Sri Hartini menyebutkan animo masyarakat untuk hadir dalam kongres tersebut sangat tinggi, ada sekitar 2.995 orang yang telah terdaftar sebagai peserta kongres tersebut baik yang diundang maupun yang mendaftar secara daring.

Tak hanya itu, Kemendikbud juga membuka kesempatan bagi anak muda yang ingin menjadi relawan dalam kongres tersebut.

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR