BANDAR LAMPUNG  (Lampost.co) -- Memasuki musim kemarau, PDAM Way Rilau mulai mengurangi pasokan air ke pelanggan. Tak ayal hal itu dikeluhkan warga.

Salah satu pelanggan PDAM di Bukit Kemiling Permai, Fahrul menjelaskan sejak Agustus ini PDAM sudah mengurangi pasokan air. Menurut dia, air PDAM hanya mengalir beberapa jam setiap harinya, yakni sekitar pukul 09.00 - 12.00. "Mulai Agustus ini seperti itu kondisinya jam 09.00 dan paling lama jam 12.00 sudah berhenti. Kalau biasanya 24 jam tidak mati," kata dia kepada Lampost.co, Selasa (7/8/2018).



Karena pembatasan itu, warga yang tidak punya penampungan air mengeluh karena kekurangan air. "Masih mending kalau yang ada tower, kalau yang tidak ada tower kasian apalagi kalau punya anak kecil yang butuh air banyak," kata dia yang juga ketua RT 030 Blok S, BPK, Bandar Lampung.

Bahkan, kata Fahrul, jika melihat tahun tahun sebelumnya, PDAM mengalirkan air dua hari sekali. Namun hal itu tidak bisa dihindari karena faktor musim kemarau. "Biasanya nanti akan digilir dua hari sekali, itu seperti tahun tahun sebelumnya," kata dia.

Jika sudah begitu, para pelanggan PDAM akan meminta bantuan mobil tangi air dari PDAM. "Ya kita paling lapor nanti ada bantuan tangki itupun tidak tiap hari apalagi BKP ini kan luas sekali, harapan kita kalau minta tangki jangan lama prosesnya," kata dia.

Namun khusus blok S, kata Fahrul, tahun ini tidak terlalu risau karena ada sumur bor bantuan pemprov yang ditempatkan di masjid At Taubat RT 030 Blok S. "Jadi warga kalau ada yang memang benar benar kekurangan air bisa mengambil di sumur bor itu. Ya saat ini hanya sebagian warga RT 030 aja, ya kalau beberapa warga bisa lah," kata dia.

Warga lainnya di Blok Z BKP Kiswan mengatakan hal yang sama. Dirinya juga mengeluhkan pembatasan dari PDAM tersebut. "Padahal blok sini paling bawah, seharusnya air lancar, tapi sama saja," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR