SUKADANA (Lampost.co) -- Dampak musim kemarau dengan suhu yang cukup tinggi mulai dirasakan oleh para peternak sapi, kerbau dan kambing di Kabupaten Lampung Timur. Pasalnya pada musim kemarau ini para peternak mulai kesulitan mendapatkan rumput untuk pakan ternak.

Akibatnya tidak sedikit peternak yang terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pakan agar ternak mereka tidak mati kelaparan.



Salah seorang peternak sapi di wilayah Kecamatan Batanghari, Sugito, kepada Lampost.co, Selasa (31/7/2018)) menjelaskan, musim kemarau kali ini nampaknya berbeda dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab suhu udara pada musim kemarau kali ini cenderung lebih panas atau lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Panas dan tingginya suhu udara ditambah minimnya curah hujan, berakibat cukup fatal. Sebab, bukan hanya sumur saja yang mulai mengalami kekeringan, tetapi tanaman dan rumput juga menjadi layu, mengering dan kemudian mati.

Karena rumput-rumput mengering, kata Sugito, maka para pemilik ternak sapi, kerbau dan kambing akhirnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan pakan. Namun karena hewan ternak peliharaan mereka itu harus tetap makan, maka para peternak akhirnya harus pontang-panting dan mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pakan tersebut.

Biaya tambahan itu terpaksa harus dikeluarkan karena untuk mendapatkan rumput atau tanaman jagung dan padi sisa panen, para peternak terpaksa mencari di desa, kecamatan atau bahkan di kabupaten tetangga. Untuk itu biasanya mereka juga harus patungan dana guna menyewa mobil truk.

“Kalau nggak begitu wah gawat ternak sapi, kerbau atau kambing kami bisa mati kelaparan,” kata Sugito yang mengaku memiliki enam ekor ternak sapi.

Dijelaskan juga oleh Sugito untuk sekali jalan mencari pakan ternak tersebut masing-masing peternak bisa mengeluarkan dana hingga ratusan ribu rupiah, dan itupun dalam sepekan bisa sampai dua kali mencarter mobil untuk mencari pakan ternak hingga ke luar daerah.

Hal senada dikatakan oleh salah seorang pemilik ternak sapi dan kambing di bilangan wilayah Kecamatan Pekalongan, Ngadio. Menurutnya hampir setiap musim kemarau para peternak sapi di Lamtim memang selalu kelimpungan untuk mendapatkan rumput. Karena rumput mengering, mereka rata-rata terpaksa harus merogoh kocek untuk mencari pakan hingga ke luar daerah.

Memang diakuinya, selain rumput segar para peternak bisa saja memanfaatkan jerami atau tanaman jagung sisa panen untuk pakan ternak.

Namun karena musim dimana rumput sulit dicari, tanaman padi atau tanaman jagung sisa panen itupun juga sangat terbatas. Kalaupun masih ada yang tersisa itupun akan menjadi rebutan atau dengan kata lain siapa cepat dia dapat. Karena itulah akhirnya tidak sedikit peternak yang terpaksa menyewa mobil truk atau pikap untuk mencari pakan ternak apakah itu rumput, atau tanaman padi dan jagung sisa panen ke luar daerah.

“Dengan kondisi yang seperti ini maka apa boleh buat kami harus mengelurkan biaya tambahan untuk mendapatkan rumput, atau tanaman padi dan jagung sisa panen  ke luar desa, kecamatan atau bahkan ke daera kabupaten tetangga seperti Lampung Tengah atau Lampung Selatan,” katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR