LIWA (Lampost.co) -- Kemarau yang terjadi belakangan ini mulai berdampak kepada sumber air bersih PDAM Limau Kunci Liwa.

Kabag Perencanaan PDAM Limau Kunci Liwa Sahrial, Kamis (4/10/18), menjelaskan sejak dua minggu ini debit air bersih PDAM Limau Kunci Liwa sudah mulai menurun hingga 50% dari normalnya. Hal ini adalah dampak dari kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan ini.



Menurutnya, ada beberapa sumber air bersih PDAM Limau Kunci yang sudah mengalami dampak kemarau pertama debit air bersih yang bersumber dari Way Bernong di Pekon Padangdalom yakni menurun hingga 50% lebih dari normalnya.

Kemudian sumber air bersih dari Way Sinda lapai juga menurun hingga 50% lebih. Sumber air bersih dari way Jurak juga menurun hingga 30% dan embung di Padangcahya juga menurun sampai 25% dari normalnya. Lalu di Batubrak debit air yang bersumber dari Way Salang Pekon Sukabumi juga turun hingga 50% lebih dari normalnya.

Sementara untuk debit air bersih PDAM Limau Kunci Liwa di Pekon Kenali, Sekincau dan Kebuntebu masih normal.

Menurut Sahrial, debit air di sejumlah sumber air itu menurun disebabkan di wilayah sekitar sumber air belakangan ini tidak mengalami hujan. Bahkan sudah ada sumber air yang mengalami kekeringan akibat kemarau ini.

"Kalaupun selama ini pernah turun hujan tapi hujanya hanya diwilayah bawah saja sedangkan wilayah atas disekitar sumber air bersih itu tidak ada hujan," kata Sahrial.

Untuk mengatasi dampak kemarau yang mengakibatkan menurunya debit air disejumlah sumber air bersih itu, maka pihaknya kini mulai melaksanakan pendistribusian air bersih kepada para pelanggan secara bergilir atau dijadwal.

Karena itu lanjutnya, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menghemat air dengan cara menutup kran jika kebutuhan air bersih dirasakan sudah cukup dan menutup kranya jika ada yang mengalami kebocoran.

 

 

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR