KRUI (Lampost.co) -- Musim kemarau yang sedang melanda di wilayah Lampung, salah satunya di Kabupaten Pesisir Barat menjadikan keberkahan tersendiri bagi pelaku usaha air minum isi ulang. Ari (30), seorang penjual air minum galon keliling mengatakan saat ini terjadi peningkatan pembeli.

Salah satu penyebabnya, kata dia, beberapa sumur rumah warga yang merupakan sumber air rumah tangga mengalami kekeringan. "Kalau waktu normal biasanya, biasanya hanya laku 84 galon per hari atau empat kali mengangkut dengan kendaraan roda tiga. Tetapi sejak awal lebaran haji lalu, naik setiap hari laku terjual tujuh sampai delapan kali diangkut atau naik dua kali lipat naiknya," kata Ari, kepada Lampost.co, Selasa, 3 September 2019.



Dia mengatakan pelanggannya yang membeli air minum tersebar dari wilayah Pekon Padanghaluan, Kecamatan Krui Selatan hingga Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah. Bahkan di Pekon Sukajadi, Kecamatan Krui Selatan, sebagian warga telah mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga dari sumur yang ada di balai pekon setempat. Karena sumur dirumah mereka mengalami kekeringan akibat kemarau.

"Saat ini memang harga air per galon saya jual Rp5 ribu, naik Rp1.000 dibanding sebelumnya. Tetapi pembeli malah meningkat, maklum musim kemarau ," kata Ari.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR