LIWA (Lampost.co) -- Kemarau yang telah terjadi sejak beberapa minggu ini mulai berdampak kepada pasokan air bersih yang dikelola oleh PDAM Limau Kunci Liwa.

Direktur PDAM Liwa Pistorik Selasa (14/8/2018), menyatakan ada dua sumber mata air PDAM Limau Kunci Liwa yang sudah terkena dampak akibat kemarau ini. Kedua sumber air bersih itu adalah Way Bernong dan Way Warkok di Pekon Bahway, Kecamatan Balikbukit.



Menurutnya, sejak beberapa hari ini telah terjadi penurunan secara drastis dimana airnya sudah mengecil hingga 50% dari normalnya.

Sumber air bersih yang diambil dari way Bernong normalnya mencapai 10 liter/detik. Namun sejak kemarau lalu kini kondisinya sudah menurun yaitu sudah kurang dari 5 liter/detik.

Sedangkan Way Warkok dari normalnya 15 liter/detik juga menurun yang saat ini tinggal sekitar setengahnya dari biasanya.

"Mudah-mudahan sumber air bersih lainya tidak terkena dampak sehingga kebutuhan air bersih masyarakat masih terpenuhi," kata Pistorik.

Masih ada dua sumber air bersih lagi yaitu Way Jurak dan Way Sinda. Kedua sumber air bersih ini masih mengalir dengan normal.

Untuk mengantisipasi agar kebutuhan air bersih kepada pelanggan cukup, kata dia, maka dilakukan pendistribusian dengan sistem atau secara bergilir bagi daerah yang terkena imbas.

Sementara untuk wilayah kota Liwa, kata dia, sistem pendistribusian bergilir telah sejak lama dilaksanakan. Hal ini dikarenakan kondisi wilayahnya ada yang berada pada dataran tinggi dan ada yang di rendah. Saat pendistribusian air ke sejumlah wilayah  yang berdataran tinggi maka pintu-pintu pendistribusian air ke daerah rendah harus ditutup agar air dapat mengalir lancar ke pelanggan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih terutama di musim kemarau ini, kata dia, pihaknya mengimbau agar pelanggan menyediakan tampungan air cukup.

Sebab jika terjadi penurunan pasokan maka pendidstribusianya akan dijadwal.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR