LIWA (Lampost.co) -- Sejak kemarau berlangsung, kini pasokan sumber air bersih yang dimiliki oleh PDAM Limaukunci Liwa mengalami penurunan hingga 50% dari normalnya.

Kasi Teknisi PDAM Limaukunci Liwa Sahrial mendampingi Direktur Pistorik, Kamis (15/8/2019), menjelaskan sejak kemarau terjadi, debit air sebagai sumber air bersih bagi PDAM Limau Kunciliwa disejumlah lokasi mengalami penurunan secara drastis yaitu menurun hingga 50% dari normalnya.



Penurunan secara drastis sampai 50% ini cukup mempengaruhi pasokan air bersih. Apalagi disaat terjadi kemarau justru kebutuhan air meningkat.

Ia menyebutkan, sumber air bersih dari Way Jurak yang melayani konsumen cabang Liwa dari normalnya sekitar 30 liter/detik kini tinggal 15 liter/detik lagi yaitu mengalami penurunan sebanyak 50%.

Kemudian sumber air bersih dari Sindalapai dari normal 5 liter/detik kini juga mengalami penurunan menjadi 4 liter/detik. Lalu embung di Pekon Padangcahya dari normalnya 10 liter/detik kini menjadi 4 liter/detik.

Lalu untuk daerah pelayanan cabang Sukau II yang melayani konsumen di wilayah Tj Raya dengan sumber air dari Way Rekuk dari kapasitas 20 liter/detik kini tinggal 10 liter/detik.

Sumber air cabang Padangdalom dari mata air Way Rekuk dari 10 liter/detik saat ini juga tinggal 2 liter/detik lagi. Serta sumber air dari way Bernong dari 10 liter/detik juga saat ini tinggal 5 liter lagi.

Cabang Sukabumi sumber air Way Salang dari normalnya 10 liter/detik kini menjadi 5 liter/detik. Sementara untuk wilayah pelayanan di Kecamatan Way Tenong, Giham Sukamaju, Sekincau, Kebuntebu, Kenali dan Sukau I mengalami penurunan hanya 10-20%.

Penurunan debit air bersih 10-20% untuk beberapa wilayah ini, menurutnya, itu dinilai masih normal dan belum terlalu mempengaruhi kebutuhan air bersih.

Untuk wilayah pelayanan yang sumber air bersihnya telah menurun secara drastis itu, kini pihaknya telah melakukan pendistribusian sistem bergilir.

"Pendistribusian secara bergilir itu telah dimulai sejak dua minggu ini," lanjut Sahrial.

Ia khawatir, jika kemarau masih berlangsung lama maka secara otomatis akan mempengaruhi pasokan air bersih. Karena itu ia mengimbau agar masyarakat pelanggan untuk berhemat air. Caranya menutup kran air jika kebutuhan air sudah cukup. Kemudian memastikan saluran pipa air bersih tidak mengalami kebocoran.

Pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap jaringan-jaringan air bersih untuk memastikan jika tidak ada pipa yang bocor.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR